Polda Bidik Sejumlah Desa di Minut

Dugaan Korupsi Dandes

 

Manado, MS

Hasrat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) untuk menumpas para pencoleng uang negara, kian masif. Kali ini, lampu merah penegakan hukum menyala bagi gelontoran Dana Desa (Dandes) triliunan rupiah yang mengalir di daerah ini.

Langkah serius Korps Bhayangkara Sulut besutan Irjen Pol Bambang Waskito ini merujuk puluhan laporan yang masuk di institusi elit penegak hukum tersebut. Teranyar, sudah beberapa laporan penyalagunaan Dandes telah diperiksa penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus).

Sumber resmi Media Sulut (MS) di Polda menyebut, penanganan laporan indikasi penyimpangan Dandes mengarah di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut). "Memang laporan yang masuk dari berbagai daerah. Semua wilayah akan kami seriusi. Namun, fokus sementara mengarah di wilayah Minut. Contohnya, kami telah memeriksa salah satu oknum Hukum Tua di Desa Wori," terang sumber,  Minggu (13/8).

Kata sumber, selain pemeriksaan pihak penyidik masih dalam tahap pengumpulan data. "Kami masih mengumpulkan data, untuk dimasukkan dalam berkas penyelidikan. Jika memang berkas lengkap dan bukti menuju pada tindakan korupsi, maka kita akan naikkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan status tersangka," beber sumber.

Selanjutnya, sumber mengakui beberapa wilayah yang akan menjadi target pengusutan perkara Dandes selain Minut. Diantaranya, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan (Minsel). "Ya, daerah Minahasa dan Minsel kemungkinan akan menjadi tahap selanjutnya," kunci sumber yang diketahui merupakan salah satu penyidik.

Terpisah, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulut, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Fernando Gani Siahaan ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan lanjut soal dugaan korupsi Dandes. "Oh Dandes, nantilah kita bicara di kantor," tandas Gani, Minggu (13/8) sore.

Meski begitu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ibrahim Tompo menjamin,  setiap proses hukum yang ditangani pihaknya akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. "Polda Sulut tetap berkomitmen untuk menuntaskan setiap laporan yang masuk, khususnya dugaan korupsi Dandes itu," tandas Ibrahim.

Sebelumnya, laporan dugaan korupsi Dandes dilaporkan sejumlah masyarakat di Polda Sulut. Kasubdit Tipikor AKBP Fernando Gani Siahaan saat diwawancarai menjawab pihaknya menerima lebih dari satu laporan kasus dugaan penyelewengan dana di Desa. ‘’Semuanya berjumlah puluhan. Karena, rata-rata di setiap Desa itu ada laporannya,” jelas dia, saat itu.

Kata Gani puluhan laporan kasus Dandes yang diusut terjadi di tahun anggaran 2015, 2016, sampai 2017. Ia pun meminta agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengawasi aliran Dandes di daerah masing-masing.(rhendi umar)

Komentar