Ibrahim Tompo

Polda Sulut Bidik Daerah Rawan Konflik di Pilkada 2018

Manado, MS

Pengamanan ekstra disiapkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka menjaga stabilitas keamanan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Juni 2018 di Tanah Nyiur Melambai. Potensi kerawanan termasuk kantong-kantong massa di daerah rawan konflik mulai dipetakan jajaran Korps Bhayangkara besutan Irjen Bambang Waskito itu.

“Kita sudah persiapkan rencana pengamanan, mulai dari koordinasi dengan jajaran Polres di daerah penyelenggara Pilkada, dukungan anggaran, dukungan backup, sampai soal persiapan peralatannya,” kata Kabid Hubungan Masyarakat (Humas), Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada Media Sulut, Senin (29/1) kemarin.

"Sejak awal semua polres memang sudah dikoordinasikankan agar mempersiapkan data terkait dengan potensi kerawanan. Kemudian melakukan pemetaan dan penghitungan terhadap kebutuhan personil. Nanti spot yang akan diamankan itu meliputi orang, tempat, maupun peralatan terkait dengan pelaksanaan Pilkada,” tambah perwira menengah di jajaran Polda Sulut itu.

Tompo mengaku, sejauh ini Polres sudah diinstruksikan untuk menyediakan Pasukan Pengamanan (PAM) di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Untuk PAM TPS itu dihitung dari tingkat kerawanan masing-masing TPS-nya, kemudian ditentukan juga pola kerawanannya. Dari situ disesuaikan dengan jumlah DPT masing-masing, sehingga jumlah TPS itu disesuaikan dengan jumlah personil dengan tingkat dan pola kerawanannya yang ada," paparnya.

"Nah, untuk backup itu disiapkan dari Polda, mulai dari personil, peralatan hingga sarana prasarana yang lain. Bagi polres di daerah yang tidak melaksanakan pilkada juga akan membackup polres-polres di daerah pilkada,” jelas Tompo.

Ditanya soal pemetaan wilayah rawan konflik, Tompo mengatakan bahwa konteks kerawanan itu merupakan ukuran yang bersifat teknis. Tapi diakuinya sampai saat ini situasinya relatif aman. “Kerawanan itu merupakan ukuran rencana penerapan sistem pengamanannya, jadi itu tidak kita ekspos karena dikhawatirkan akan menimbulkan mencemaskan masyarakat. Intinya ukuran itu sifatnya kebutuhan pengamanan yang akan diterapkan di daerah tersebut,” ujarnya.

Untuk Polres yang mencakup dua daerah penyelenggara Pilkada, seperti Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), menurutnya itu tidak menjadi permasalahan. “Tidak ada masalah, polres sudah melakukan pengaturan dan persiapan terkait rencana kebutuhan personil, peralatan termasuk kondisi-kondisi emergency yang semua bisa disediakan. Jika personilnya kurang maka Polda siap membackup. Artinya masing-masing komposisi telah diatur oleh polres,” jelas Tompo.

Tompo pada kesempatan itu ikut membeber jumlah personil yang akan diterjunkan dalam rangka pengamanan pesta demokrasi serentak tahun 2018. “Pokoknya lumayan banyak, kurang lebih sekitar 2500 lebih personil. Itupun diluar personil cadangan untuk backup,” ungkapnya

Tak hanya itu, POLRI kata dia, telah menjalin kerjasama dengan TNI dalam rangka mengamankan Pilkada Serentak ini. "Personil TNI akan membackup dan bersama-sama dengan kita. Tapi tentu kita harapkan bersama agar penyelenggaraan Pilkada di enam daerah akan berjalan aman dan kondusif,” tutup Tompo. (kharisma kurama)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.