Bambang Waskito

Polda Sulut Siap Hadapi Bupati Yasti

Manado,MS

Sambut gerak 'perlawanan' Yasti Soepredjo Mokoagow, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) 'pasang kuda-kuda'.

 

'Ancaman' Praperadilan yang dikumandangkan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) itu, terkait penahanan tiga anggota Satpol-PP Bolmong,  ditanggapi serius Korps Bhayangkara. Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito melalui juru bicaranya (Jubir), Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, kepada Media Sulut, Minggu (11/6) Pukul 19.00 WITA menjelaskan, Praperadilan merupakan mekanisme hukum yang menjadi hak dari setiap tersangka untuk diajukan, dan hal tersebut akan menjadi sarana kontrol terhadap benar tidaknya proses penyidikan pidana. 

 

“Jika diajukan malah bagus juga bagi kita, karena akan menjadi sarana kontrol sehingga mekanisme penyidikan tersebut tidak timbul kekeliruan dalam prosesnya. Artinya akan lebih menguatkan progres sidik tersebut,” jelasnya. 

 

Saat ditanya soal langkah apa yang akan dilakukan pihak Polda jika memang Praperadilan tersebut dilayangkan, Tompo mengaku tidak ada persiapan yang diatur karena pihaknya sudah memastikan akan berupaya melaksanakan penyidikan dengan optimal.

 

“Tidak ada yang perlu kita siapkan untuk menghadapi praperadilan karena kita sudah pasti akan berupaya optimal melaksanakan penyidikan dalam batasan prosedur,” tambahnya. 

 

Lebih lanjut ketika ditanya, jika proses praper belum diajukan apakah Polda Sulut tetap akan memproses ketiga tersangka oknum Satpol-PP tersebut, Tompo pun menegaskan akan tetap memproses sampai tuntas kasus pidana ini.

 

“Kita punya tanggung jawab untuk memproses tuntas kasus pidananya,” tegasnya.

 

Diketahui, sebelumnya 3 anggota Satpol-PP Kabupaten Bolmong ditangkap Tim Polda Sulut, Rabu (7/6) tengah malam. Tindakan itu memantik reaksi kritis Pemkab Bolmong.

 

Kepala Dinas Satpol-PP Imran Nantudju menilai, apa yang dilakukan oleh Tim Manguni Polda Sulut merupakan tindakan penculikan. “Petugas saya ditangkap tengah malam secara paksa oleh Tim Manguni Polda Sulut. Padahal sebelumnya belum ada pemanggilan sama sekali,” ujar Imran.

 

“Ada tiga petugas Satpol-PP yang ditahan oleh Polda Sulut dan dijemput paksa di rumah masing-masing, di antaranya, Sahadin Mokodompit, Agustian Manoppo dan Freke Rasubala,” ungkap Nantudju.

 

Pihaknya akan berupaya membebaskan tiga anggota tersebut. “Kami pasti akan upayakan pembebasan tiga anggota kami sebab mereka tak bersalah. Apa yang dilakukan saat pembongkaran bangunan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) di PT Conch sudah sesuai aturan yang ada,” tandas Imran.

 

Sementara itu, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap Polda Sulut. “Saya akan Praperadilan Polda Sulut karena apa yang dilakukan oleh anggota (Satpol-PP) sudah sesuai dengan perintah dan peraturan perundang-undangan. Harusnya, bukan hanya kaca jendela yang dipecahkan tapi bangunannya yang akan diruntuhkan. Jadi kasus ini saya Praperadilankan,” pungkas Yasti. (rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado