Ilustrasi

Polri Dalami Isu Harga Organ Anak

Gambar harga organ anak yang tersebar di media sosial jadi perhatian serius Kepolisian Republik Indonesia (Polri).  Tulisan yang tertera satu anak dihargai Rp5 miliar memantik reaksi Korps Bhayangkara untuk menyeledikinya lebih jauh.

"Kasus pedofil ini, akan kami terus kembangkan dengan melakukan penegakan hukum," kata Kabagpenum Divisi Polri Komisaris Besar (Kombes) Martinus Sitompul kepada detikcom, Senin (20/3).

Dari gambar yang beredar, ada "daftar harga" dari masing-masing organ tubuh anak. Di antaranya, sepasang bola mata dihargai Rp 14 juta, ginjal dihargai Rp 2,4 miliar, lalu organ hati anak diberi harga Rp 1,4 miliar. Kemudian kulit anak dihargai Rp 91 ribu per inch persegi. Bahkan kulit kepala anak dihargai hingga Rp 5.56 juta. "Informasi-informasi itu tentu akan kita dalami," kata Martinus.

Martinus juga mengimbau kepada masyarakat khususnya orang tua, agar tetap mengawasi aktivitas anak di media sosial.

"Kepada masyarakat, kami imbau agar tetap mengawasi aktifitas anak-anak terutama aktivitas mereka di dunia maya melalui media sosial," imbaunya.

Saat ini diketahui, pelaku pedofil tergabung dalam sindikat internasional. Bahkan ada grup Facebook, WhatsApp serta Telegram yang beranggotakan sejumlah pelaku pedofil dari 9 negara.

Sedikitnya ada 11 Grup WA dan Telegram internasional yang sudah diketahui, di antaranya grup Llêvë Cãsêrá Caldo d Poîo (beranggotakan 158 member), Contadirbpublico?? (beranggotakan 242 member), Deep we (beranggotakan 118 member), teen pack???????????? (beranggotakan 241 member), dan NO LIMITS FUN GORE XXX (beranggotakan 28 member).

Atas terungkapnya kasus ini, Polri akan bekerja secara profesional untuk melindungi masyarakat dari kejahatan seksual menyimpang ini. "Polri akan bekerja secara profesional untuk melindungi masyarakat," pungkas Martinus. (dtc)

Banner Media Sulut

Komentar