Poros Raksasa Buru JAK

Koalisi Demokrat - Gerindra - Nasdem Final

 

Tondano, MS

Penyatuan tiga kekuatan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akhirnya terwujud. Poros raksasa pemilik 13 kursi legislatif itu siap bertempur di arena pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa.

 

"Kami (Nasdem, Gerindra, Demokrat) sudah sepakat soal koalisi, tinggal menunggu kesepakatan soal pasangan yang akan kita usung sebagai calon nanti," beber Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Minahasa, Johan Watung, Rabu (6/12) kemarin.

 

Untuk posisi calon bupati, Watung mengaku bahwa koalisi ini kemungkinan besar akan mengusung James Arthur Kojongian (JAK). "Itu jika yang bersangkutan bersedia maju bersama kami," timpalnya.

 

Dia menyebut, sejauh ini JAK telah menyatakan kesiapannya untuk diusung sebagai calon bupati. Hanya saja, pihaknya hanya ingin memastikan kembali sebelum dilakukan deklarasi. "Kan namanya politik, sewaktu-waktu konstelasi bisa berubah. Makanya kami ingin kembali memastikan kesiapan JAK, sekaligus membicarakan kapan deklarasi dilakukan," cetus Watung.

 

Dia berharap kepastian itu sudah ada dalam waktu dekat ini. Sebab, pihaknya belum bisa melakukan komunikasi politik saat ini mengingat kondisi JAK yang masih dalam suasana berduka. "Satu minggu ini mungkin belum, nanti lewat itu baru kita bicarakan lagi dengan yang bersangkutan soal kesiapan dia," sambung Watung.

 

Menariknya, saat ditanya apakah ada alternatif calon lain yang disiapkan apabila JAK akhirnya tak bersedia diusung, Watung menyebut bahwa masih ada dua pasangan lain, yaitu Ivan Sarundajang - Careig Naichel Runtu (IvanSa - CNR) dan pasangan Meki Onibala - Gerard Mentang (M2O - GEMMA).

 

"Mereka itu jadi alternatif apabila calon yang diprioritaskan (JAK) menemui kendala," pungkas Watung.

 

Hal yang sama diungkap Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Minahasa, Denny Tombeng. Kata dia, pihaknya masih fokus untuk memastikan siapa figur yang akan dicalonkan.

 

"Iya, kalau kita JAK lebih berpeluang. Itu sudah dibicarakan dengan teman-teman di Gerindra dan Nasdem. Tapi kan namannya belum resmi ditetapkan, jadi tunggu saja bagaimana hasilnya nanti," tandas Tombeng.

 

Disisi lain, Ketua DPC Partai Gerindra Minahasa, Man Tojo Rambitan, mengatakan bahwa pihaknya sudah siap untuk bertempur di Pilkada Minahasa. Menurut dia, sudah ada strategi khusus yang disiapkan pihaknya untuk memenangkan iven pesta demokrasi lima tahunan itu.

 

"Ada beberapa nama yang diusulkan, tapi JAK prioritas kita untuk diusung kalau yang bersangkutan komitmen. Tapi pada intinya kita sudah siap," lugas Rambitan.

 

Hadirnya Gerbong Partai Demokrat, Gerindra dan Nasdem ini sekaligus makin memperjelas peta kekuatan politik di Pilkada Minahasa 2018 mendatang. Arena pertempuran dipastikan akan menyajikan pertarungan tiga poros kekuatan.

 

Gerbong Partai Golkar bersama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) kans kuat mengusung pasangan IvanSa dan CNR. Sementara kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meski belum mengumumkan siapa calon yang diusung, namun kemungkinan besar masih berkutat pada sosok petahana, Jantje Wowiling Sajow. (jackson kewas)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado