Potensi Produk Minyak Kelapa Asli Menjanjikan

Kotamobagu, MS
Produk dari bahan alami saat ini menjadi potensi yang cukup menjanjikan. Salah satunya yakni produk minyak kelapa tradisional memang sudah dikenal sejak lama. Aroma yang khas dan proses pembuatan dengan cara sederhana menjadi daya tarik tersendiri bagi minyak kelapa tradisional untuk diminati konsumen.

Hal ini dibuktikan salah satu pembuat minyak tersebut adalah Reli Dondo (30), warga Desa Poyowa Besar l, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Usaha rumahan dengan skala kecil ini mampu menembus pasar di luar Kotamobagu.

Menurutnya, dalam sehari bisa menyediakan sebanyak 50 buah kelapa, untuk kemudian diolah dan bisa menjadi 10 botol minyak kelapa tradisional.

“Pembeli tidak hanya warga Kota Kotamobagu sendiri, bahkan ada juga dari Manado. Untuk harganya saya patok Rp25.000 per botol,” ungkap Reli.

Reli menjelaskan, proses pembuatan minyak tersebut mulai dari pengupasan kelapa hingga pemarutan, memerlukan waktu kurang lebih 4-12 jam, hingga menjadi minyak kelapa tradisional.

“Awalnya kelapa dikupas, kemudian diparut, diperas, selanjutnya didiamkan selama kurang lebih 12 jam, sehingga santan kelapa yang sudah menjadi ampas diambil kemudian dimasak menjadi minyak kelapa tradisional,” terangnya.

Tidak hanya minyaknya yang diminati para pembeli, tapi ampasnya juga diperebutkan oleh pencinta-pencinta kuliner.

“Sisa olahan atau ampas yang biasa kita sebut ‘Tarepak’ atau Tai Minya’ juga bisa menghasilkan uang, dan justru inilah yang terlebih dahulu ditanya oleh konsumen. Tarepak ini bisa dikonsumsi langsung atau bisa juga dicampurkan dengan sambal, pasti akan terasa manis,” ungkap Reli.

Namun, Ia mengeluhkan soal tempat dan alat yang menurutnya masih kurang baik untuk pengembangan usahanya tersebut.

“Yang masih menjadi kendala adalah mesin peras, sehingga sangat sulit untuk pengembangan minyak ini. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap usaha pembuatan minyak kelapa tradisional ini, karena sangat berpotensi untuk menjadi sumber penghasilan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga,” pungkas Reli.(yadi mokoagow)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.