Jokowi saat berada di Manado beberapa waktu lalu.

Presiden Perintahkan Gubernur Jaga Keamanan

Agar Berpuasa Dengan Nyaman

Jakarta MS

Titah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletup. Menyasar aparat hukum bahkan pemerintah daerah. Pengamanan di seluruh wilayah Indonesia jadi tujuan. Itu menyusul tragedy pengeboman yang terjadi di Surabaya.

 

Pemegang ‘mapatu’ di Ibu Pertiwi ini menginstruksikan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dibantu Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk terus menjaga keamanan, mengendalikan keamanan dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial.

 

“Karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa sehingga kita harapkan umat Islam dapat menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan penuh kedamaian,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna tentang Persiapan Peluncuran Single Submission (OSS) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/) siang.

 

Presiden juga mengingatkan kepada seluruh menteri dan kepala lembaga bahwa narasi, termasuk ke dunia internasional itu penting sekali. Dalam rangka menyampaikan Indonesia aman dan semuanya sekarang ini tetap fokus untuk bekerja.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dibantu dengan TNI telah menghadapi serangan dari kelompok teroris. Serangan dimulai dari kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kelapa Dua yang berhasil dituntaskan Kamis (10/5) pagi. Dilanjutkan dengan aksi bom bunuh diri di 3 (tiga) gereja di Surabaya, Minggu (13/5) dan Senin (14/5) dan Rabu (16/5) ini terjadi serangan di Markas Polda Riau, di Pekan Baru.

 

Serangan dan aksi bom bunuh diri para teroris itu telah mengakibat puluhan orang meninggal. Termasuk para pelaku aksi dan aparat serta puluhan lainnya luka-luka dan sampai sekarang masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

 

Khusus untuk Daerah Sulut, Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw juga tetap mengingatkan kepada semua stakeholders untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Ini mengingat umat muslim sudah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. “Kiranya toleransi antar sesama bisa terus dijaga sehingga Sulut bebas dari hal yang tidak diinginkan,” ujad keduanya. (sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.