Mahasiswa FKM membubuhkan tanda tangan dukungan kepada Grace Kandou.

Prihatin Nasib Dekan, Mahasiswa FKM Menggugat

Grace Kandou Kandas di Pilrek Unsrat

Manado, MS

Asa pendukung Prof DR dr Grace Kandou MKes di Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, harus terkubur. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini, akhirnya terdepak di komposisi pencalonan. Putusan itu berujung reaksi di kalangan mahasiswa.

Nyanyian dukungan moril terhadap Grace Kandou, dilantunkan anak-anak didiknya di FKM Unsrat. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKM Unsrat menggelar aksi damai sebagai bentuk keprihatinan, sekaligus support kepada dosen guru besar mereka ini. Aksi damai di gedung baru FKM Unsrat, Rabu (28/2) kemarin itu, dilaksanakan dalam bentuk membubuhkan tanda tangan yang diikuti seluruh keluarga besar FKM Unsrat.

Kurang lebih 360 tanda tangan terkumpul. Ketua BEM FKM Unsrat Gerry Lengkong didampingi Ketua BPM FKM Ical Kohongia mengatakan, aksi ini dilakukan secara spontanitas. "Kami keluarga besar FKM Unsrat merasa tergetar menyikapi masalah yang terjadi terhadap pimpinan kami Dekan FKM Prof Grace Kandou MKes. Ini merupakan aksi spontanitas dari kami sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Sam Ratulangi," ujar Lengkong, kepada Media Sulut.

Aksi damai dengan hastag FKM Bersatu, FKM Menggugat ini menurut Lengkong, merupakan tuntutan keadilan dan sebagai bentuk kecaman atas fitnahan kepada dekan mereka. Disinyalir dilakukan oknum intelektual berbaju toga di universitas kebanggaan masyarakat Bumi Nyiur Melambai itu.

"Kami ingin ada keadilan, jangan biarkan fitnah terus merusak. Isu autoplagiat yang dinyatakan terhadap pimpinan kami, juga menjadi dasar utama gerakan ini, kami sebagai mahasiswa FKM juga merasa sangat dirugikan atas semua tudingan tersebut," tukasnya.

"Tolong jangan rusak nama baik kami keluarga besar FKM Unsrat. Ini aksi awal kami lewat pengumpulan tanda tangan dari seluruh civitas kampus. Kami juga ingin tegaskan bahwa kami siap turun ke jalan untuk FKM," tandasnya.

Sebelumnya, usai rapat senat penetapan calon rektor (carek), Senin (26/2), melalui voting telah ditetapkan Grace Kandou tidak masuk dalam daftar bakal calon. Ia pun sempat berujar kekecewaannya atas sikap dari penetapan bakal calon rektor tersebut. "Sudah ada putusan PTUN Pengadilan Tata Usaha Negara) yang mengharuskan saya diakomodir. Tapi entah kenapa hari ini hak saya seperti dizalimi," ujarnya.

Diketahui, 7 nama yang disahkan dari 8 daftar bakal calon rektor sebelumnya yakni Prof Ir Marthin Dody Josias Sumajouw MEng PhD, Prof DR Telly SH MH, DR Frola Pricilla Kalalo SH MH, Prof DR dr Adrian Umboh Sp.Ak, Prof DR Ir Jefrey Ignatius Kindangen DEA, Prof DR Ir Ellen Kumaat MSc DEA dan Dr Judy O Waani ST MT. (sonny dinar)


Komentar