Suasana kegiatan jambore


Prioritaskan Pembentukan PD dan Sosialisasikan Pemuda Adat

BPAN Sulut Resmi Nahkoda Baru

 

Manado, MS

Tubuh Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Sulawesi Utara (Sulut), segar lagi. Organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini, telah  memiliki ketua pengurus wilayah (PW) baru. Pembentukan pengurus daerah (PD) dan sosialisasi soal pemuda adat jadi target selanjutnya.  

Kamis (1/6), Ketua PW BPAN Sulut yang lama, Christi Mamahit periode 2014-2017 menyerahkan tugas selanjutnya ke tangan, Allan Sumeleh sebagai ketua yang baru periode 2017-2020. Kegiatan jambore wilayah (Jamwil) di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, dibuat seperti kebiasaan orang Minahasa dengan bermusyawarah untuk mufakat.

“Kiranya pengurus yang baru ini dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik sesuai dengan ADART (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga) organisasi,” kata Jacob Siringoringo dari Pengurus Nasional BPAN Sulut bidang pengorganisasian, di suasana kegiatan itu.

“Biarlah bisa menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Bukan berarti pengurus yang sebelumnya tidak baik tapi memang harus berbuat untuk kemajuan BPAN Sulut ke depan,” tambahnya.

Ketua AMAN Sulut, Lefrando Gosal mengucapkan terima kasih kepada Eirene Christi Mamahit Ketua BPAN Sulut sebelumnya yang telah bersama-sama dengan AMAN Sulut dalam gerakan masyarakat adat selama ini. “Selamat juga buat Ketua BPAN Sulut terpilih Allan Sumeleh, selamat berkarya dan selamat melayani. Pemuda adat bangkit bersatu bergerak mengurus wilayah adat,” katanya.

Nedine Helena Sulu dari Dewan AMAN  Nasional menyampaikan, BPAN adalah organisasi sayap AMAN yang mewadahi pemuda adat untuk berjuang bagi wilayah adatnya. Jamwil 2 BPAN Sulut adalah mandat organisasi untuk menemukan pengurus baru yang akan melanjutkan tongkat estafet pergerakan organisasi ini. “Tapi, sebenarnya untuk ketua dan lain-lain hanya sebagai pemenuhan mekanisme organisasi saja. Dasarnya adalah Mapalus. Saling bekerja sama satu dengan yang lainnya. Saling berbagi peran, mengisi dan saling melengkapi,” kata Sulu.

Bagi dia, kepengurusan yang lama sudah melakukan gerakan dan terobosan yang  luar biasa. Banyak kemenangan dan pencapaian yang sudah diraih. “Banyak selamat untuk kepengurusan yang baru. BPAN adalah organisasi perjuangan. Jagalah marwah dan martabat organisasi. Selamat melanjutkan perjalanan dan melaksanakan mandat organisasi,” pungkasnya.

“Jamwil 2 BPAN Sulut membuktikan bahwa pemuda adat Sulut hidup dan bergerak. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Jika ingin berjalan cepat, bejalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh berjalanlah bersama,” tambahnya.

 

Ketua BPAN Sulut yang baru, Allan Sumeleh, mengucap terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan. Target ke depan sesuai pembicaraan bersama rekan-rekan lainnya, akan fokus kepada pembentukan beberapa pengurus daerah BPAN Sulut. “Seperti  PD Minsel (Minahasa Selatan) dan Mitra (Minahasa Tenggara). Kita pun akan sosialisasi ke komunitas-komunitas dan kampung-kampung tentang pemuda adat,” ujar Sumeleh.

“Kemudian kita perlu memperbarui struktur pengurus wilayah seperti sekretaris, wakil dan devisi lainnya. Selain itu akan dibentuk koordinator kampung (Korkam). Kemudian memperbanyak jaringan BPAN Sulut. Saya berharap bisa lebih baik dari tahun ke tahun,” kuncinya.

Ucapan selamat pun ikut mengalir dari, Ketua BPAN Sulut yang lama, Christi Mamahit. Ia berharap, terpilihnya pengurus yang baru ini, BPAN Sulut akan lebih baik ke depannya lagi. “Harapannya pengurus yang baru dapat mewujudkan rencana untuk membuat koodinator pemuda adat kampung,” tutur Mamahit.

Sesi akhir jambore tersebut, diisi penampilan kawasaran dari AMAN Sulut, di amphitheater, Desa Lotta. “Kawasaran  itu sebagai ungkapan syukur bahwa kita sudah memiliki ketua baru. setelah disahkannya ketua dan penasehat melalui SK (surat keputusan) pemimpin sidang dan melalui musyawarah mufakat, kami bersama-sama mengucapkan janji BPAN,” tutup Mamahit yang diangkat menjadi panasihat BPAN Sulut. (arfin tompodung)

Komentar