Wakil Gubernur Steven Kandouw memberikan arahan ketika mengukuhkan 150 orang Kader Bela Negara, Rabu (19/7), di Peninsula Hotel. Tampak turut bersama, Kapala Badan Kesbangpol Sulut Steven Liow dan Ketua Harian Kader Bela Negara Sulut, Lucky Rumopa.

Program Bela Negara dan Revolusi Mental Masuk Sekolah

Manado, MS

Tangkal radikalisme, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mendorong program sosialisasi revolusi mental dan bela negara masuk ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, Evan Steven Liow, Rabu (19/7).

“Pak Gubernur meminta Sulawesi Uatara mengadakan sosialisasi pembauran bangsa, revolusi mental, bela negara dan pendalaman idiologi Pancasila ke sekolah-sekolah, khususnya SMP dan SMA serta ke mahasiswa di kampus-kampus,” jelasnya.

Diakui Liow, program itu telah berjalan dan akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sulut. “Programnya sudah dimulai Selasa kemarin. Sudah ada beberapa sekolah yang kita kunjungi. Kita akan keliling ke seluruh kabupaten/kota. Target kita ribuan siswa dan mahasiswa terjangkau. Rencananya akan kita laksanakan sampai bulan September,” papanya.

Liow juga mengaku sangat gembira ketika menggelar sosialisasi di sejumlah sekolah. “Kami melihat sebagian besar anak-anak kita hafal Pancasila dan UUD 1945. Kita berharap ini menjadi pertanda baik bagi kita, karena sekolah juga siap menggelar upacara setiap Senin dan giat bela negara setiap hari Selasa. Giat bela negara itu akan berisi penguatan pemahaman dari butir-butir idiologi Pancasila,” terangnya.

“Kita berharap, paham terhadap Pancasila semakin tertanam dalam generasi muda. Kita upayakan terus perdalam, melakukan penguatan sehingga paham radikalisme tidak akan diterima,” kata Liow, sembari menjelaskasn jika program inisiatif Gubernur ini akan masuk kampus pada bulan September nanti.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw usai acara pengukuhkan 150 orang Kader Bela Negara di Manado, Rabu (19/7), menjelaskan jika program bela negara merupakan program pemerintah pusat untuk menciptakan 25 juta kader bela negara. Ia pun optimis program tersebut akan sukses di Sulut.

“Di Sulut tahap awalnya sudah ada. Pesan Pak Gubernur, baik kualitas maupun kuantitas ditingkatkan.  Jadi para kader bela negara akan dibentuk dari provinsi ke kabupaten/kota. Kemudian tiap bulan akan ada pendidikan sehingga program pemerintah pusat bisa tercapai di Sulut. Program Bela Negara Masuk Sekolah itu antara lain,” ujar Kandouw.  (rikson karundeng)

Banner Media Sulut

Komentar