Hukum tua desa Panasen Steven Tiko saat berorasi di ruas jalan sebagai bentuk protes atas sampah-sampah liar yang dibuang di wilayahnya. Tampak juga perangkat desa mengumpulkan sampah-sampah untuk dibakar. (foto : jackson MS)

Protes Aktifitas Pembuangan Sampah Liar, Kumtua Panasen Orasi di Jalan

Kakas, MS
Pemerintah dan masyarakat di desa Panasen kecamatan Kakas Barat terusik dengan makin maraknya aktifitas pembuangan sampah di wilayahnya. Diduga, sampah sengaja dibuang oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab pada waktu tengah malam atau dini hari di pinggiran-pinggiran ruas jalan. Yang lebih memiriskan, aktifitas itu sudah terjadi selama bertahun-tahun. Kondisi itu pun menyulut emosi pemerintah dan warga setempat.
 
Sebagai bentuk protes terhadap aktifitas pembuangan sampah liar di wilayahnya, Rabu (2/5) kemarin, Hukum tua Panasen, Steven Tiko, turun langsung ke jalan. 
Berbekal sebuah speaker dan pengeras suara, Tiko berorasi di tengah kendaraan-kendaraan yang lalu lalang sembari aparat perangkat desa lainnya mengumpukan sampah yang berserakan.
 
"Mohon maaf kepada para pengendara yang melintas, ini bentuk aspirasi kami masyarakat Panasen yang sejak lama merasakan dampak pembuangan sampah liar oleh oknum tak bertanggungjawab," tegas Tiko.
 
"Sampah-sampah ini membawa virus dan berbagai penyakit, ini ancaman bagi kami masyarakat di Panasen. Jangan jadikan desa kami sebagai tempat sampah," serunya lagi.
 
Diwawancarai di sela aksi tersebut, Tiko menyebut bahwa pihaknya sementara menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang sampah. "Kita sudah menyusun program pengadaan bak-bak sampah melalui dana desa untuk mereduksi sampah rumah tangga. Tapi di sisi lain kita pun akan rutin memantau siapa oknum yang membuang sampah secara sembarangan di wilayah kami," paparnya.
 
"Yang nanti kedapatan tentu akan berhadapan dengan Perdes dan harus siap diproses sesuai ketentuan hukum yang ada," pungkas Tiko.
 
Diwawancarai pada kesempatan yang sama, Noldy Kaeng, salah satu tokoh masyarakat Panasen mengatakan mendukung sepenuhnya kampanye tolak sampah liar yang dilakukan pemerintah desa. "Sebab sudah sekian lama aktifitas ini dilakukan, mereka yang membuang sampah sembarangan lalu masyarakat yang membersihkan. Prilaku itu harus dihentikan sejak sekarang," ujar Noldy.
 
Hasil pantauan Media Sulut, umumnya sampah yang dibuang di wilayah tersebut merupakan sampah plastik yang terbungkus dalam karung atau wadah lainnya seperti plastik. Sampah berserakan di pinggiran jalan hingga di saluran irigasi pertanian. Selain itu, ada juga sampah yang sengaja dibuang ke sungai yang terletak di ujung desa. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.