PT Angkasa Pura I Digugat Rp64 Miliar

Perluasan Lahan Bandara Sam Ratulangi Terindikasi Bermasalah Hukum

 

Manado, MS 

PT Angkasa Pura I, Pengelola Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado, digugat. Perusahaan milik pemerintah ini diduga melakukan penyerobotan lahan. Kamis (6/4) kemarin, PT Angkasa Pura resmi digugat di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Tak tanggung-tanggung, gugatan Perdata ke PT Angkasa Pura I, mencapai Rp64 miliar. Tim Penasehat Hukum penggugat, Vebry Tri Haryadi, Nehemia Reppi, Marcella Suoth, Jemmy Londah, ketika dihubungi wartawan koran ini, membenarkan adanya pengajuan gugatan perbuatan melawan hukum tersebut. “Benar kami telah mengajukan gugatan perdata dan sekarang masih tahap mediasi,” terang Haryadi.

Dijelaskan Haryadi, klien mereka, Maria Nellie Awuy Sumakul, dalam perkara perdata ini telah dirugikan, ketika PT Angkasa Pura I selaku tergugat melakukan perluasan lahan Bandara Sam Ratulangi. Tergugat dinilai sepihak membangun fasilitas di atas tanah milik penggugat. Tak hanya itu, akibat perbuatan melawan hukum tersebut, penggugat juga harus mengalami kerugian yang ditaksir mencapai angka Rp64.123.200.000.

Dalam pengajuan gugatan, diketahui pula kalau bukan hanya PT Angkasa Pura yang diproses hukum pihak Haryadi cs. Pihak Kementerian Perhubungan pun turut dijadikan sebagai tergugat I.

Ketua PN Manado, ketika dihubungi terpisah melalui Humasnya, Alfi Usup, tak menepis bahwa persoalan sengketa tanah Bandara Sam Ratulangi, memang tengah berproses hukum di PN Manado. “Gugatannya sudah masuk, dan sekarang sedang dalam tahap mediasi,” terangnya.

Data yang diperoleh, penggugat Maria adalah pemilik sebidang tanah kebun seluas 26.880 M2. Yang bersangkutan adalah isteri dari almarhum Dumais Awuy. Tanah tersebut, berlokasi di Bandara Samratulangi yang dahulu terkenal dengan sebutan “Jelas Puten”. Pada tahun 1970, pihak PT Angkasa Pura I telah melakukan perluasan lahan bandara dan menyerobot hingga ke batas wilayah tanah penggugat. Tidak terima dengan hal itu, 'kenakalan' tergugat pun lantas diproses hukum oleh Maria melalui Penasehat Hukumnya. (rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado