PT Conch ‘Terancam’

Pansus Temukan Sejumlah Pelanggaran

 

Lolak, MS

Panitia Khusus (Pansus) PT Conch akhirnya unjuk gigi. Sederet indikasi pelanggaran akhirnya ditemukan panitia bentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow (Bolmong) itu. Diantaranya, dugaan pelanggaran perizinan berupa persoalan jaminan bagi tenaga kerja lokal. Perusahan asal Cina itu mulai terpojok.

Temuan persoalan yang melilit PT Conch yang diperoleh Pansus yang dipimpin Yusra Alhabsy, setelah pihaknya  menggandeng Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu serta pengawas tenaga kerja dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hasil temuan Pansus cukup mengejutkan. Jumlah tenaga asing ditengarai tidak sesuai dengan data yang dimiliki pihak Imigrasi serta sejumlah perizinan yang hingga kini tidak satupun dimiliki oleh perusahaan. Dijelaskan Yusra, data yang ada di pihak Imigrasi berjumlah 580 orang tenaga asing. Namun dilaporkan ke pihak perusahan hanya 324. Setelah dicek ke Imigrasi, para tenaga kerja kebanyakan tidak memiliki izin tinggal saat bekerja di PT Conch. “Nah ini yang perlu ditertibkan,” tegas Yusra.

Ia menambahkan, ada 17 sub kon perusahan yang bekerjasama dengan pihak perusahan yang bergerak di bidang semen itu. Yusra mengatakan, perusahan MMC yang mempekerjakan 342 orang tenaga kerja asing ternyata hanya melaporkan 200 orang karyawan ke pihak pengawas tenaga kerja. “Ini juga bagian temuan Pansus saat mengecek kondisi tenaga kerja asing di lokasi perusahan,” jelas dia.

Selain tenaga kerja, pihak perusahan juga tidak mampu menunjukan perizinan yang ada. Seperti sejumlah izin pelabuhan Jetty serta IMB sejumlah bangunan di lokasi tersebut tak satupun mampu diperlihatkan ke Pansus oleh pihak perusahan. “Yang paling disesalkan untuk tenaga kerja lokal, atau tenaga kerja Indonesia, tidak ada jaminan kerja. Seperti jaminan kesehatan dari pihak perusahan” ulasnya.

“Rencananya, pekan depan Pansus akan turun kembali ke lokasi perusahan untuk lebih menegaskan, soal aturan yang harus mereka siapkan,” kunci Yusra.

Diketahui sebelumnya, PT Conch telah terlibat konflik dengan Pemkab Bolmong. Bahkan, perkara ini telah bergulir di level Polda Sulut. Utamanya pada perkara indikasi perusakan yang dilakukan puluhan oknum Satpol PP. (endar yahya)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado