Puting Beliung Beraksi

Pohon Tumbang di Tondano, 3 Rumah di Ratahan Rusak

 

Hujan disertai angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Bumi Nyiur Melambai, Senin (6/2) kemarin. Tak terkecuali di wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara (Mitra). Kuatnya tekanan angin sampai membuat salah satu pohon besar di Tondano tumbang. Di wilayah Mitra sendiri, tiga rumah warga dilaporkan rusak.

Hasil pantauan Media Sulut, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai mengguyur kedua wilayah ini sejak kemarin pagi. Tekanan angin awalnya masih normal. Kondisi iklim mulai mengganas pada siang hari. Kira-kira pukul 13.00 Wita, tiba-tiba tekanan angin menguat. Kondisi iti berlangsung hingga sore hari.

Data yang berhasil dirangkum dilapangan, kondisi iklim ekstrim ini membuat sejumlah pohon tumbang. Salah satunya pohon Trambesi di kompleks GMIM Sentrum Tondano. Batang pohon roboh dan memenuhi badan jalan sehingga membuat lalulintas dirute tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Beberapa saat kemudian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa yang dipimpin langsung Kepala BPBD Johanis Pesikm langsung mendatangi lokasi. Berbekal peralatan mesin potong dalam parang, batang pohon yang menghalangi badan jalan dibersihkan.

"Kita menerima laporan bahwa ada pohon roboh di Tondano. Saya langsung instruksikan tim kami untuk secepatnya membersihkan. Apalagi lokasi tumbangnya pohon ada diwilayah yang sangat strategis karena terletak dijantung Kota Tondano," sebut Pesik.

Menanggapi kondisi iklim yang terus memburuk belakangan ini, dirinya menghimbau masyarakat Minahasa agar terus waspada. Apalagi wilayah Minaahsa rentan dengan dampak bencana akibat hujan berkepanjangan, seperti banjir dan longsor.

"Langkah antisipasi yang harus dilakukan tentunya waspada. Khususnya masyarakat yang bermukim dipebukitan dan bantaran sungai. Kalau cuaca terus memburuk sebaiknya cari tempat yang aman," imbaunya.

 

Angin Kencang Rusak 3 Rumah di Lowu Ratahan

Angin kencang yang terjadj selama beberapa jam Senin kemarin, juga ikut berdampak diwilayah Minahasa Tenggara (Mitra). Sebanyak tiga rumah di Kelurahan Lowu Dua Kecamatan Ratahan dilaporkan rusak. Masing-masing milik keluarga Wanta Mawu, Ibu Ona Ohi, dan rumah milik Ibu Chang Neman.

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 Wita namun tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, warga yang rumahnya terdampak harus merelakan kondisi tempat hunian mereka mengalami kerusakan," ungkap Lurah Lowu Dua, Meita Ompi.

Disatu sisi, langkah cepat diambil Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Tenggara yang langsung turun langsung ke lokasi terdampak bencana. Tim yang diturunkan langsung mengecek data kerugian dilokasi bencana.

"Nilai kerugian materil yang dialami para korban kami taksir kurang lebih Rp 5 Juta," kata salah satu petugas Dinsos.

 

BPBD Mitra Imbau Warga Waspada

Menanggapi kondisi ini, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap melalui Kepala BPBD, Ferry Uway, menghimbau masyarakatnya untuk waspada. “Oleh karena cuaca yang sangat ekstrim hujan di sertai angin di himbau kepada seluruh warga agar senantiasa waspada,” kata Uway.

Juga sesuai instruksi Bupati, seluruh camat diminta agar terus melakukan pemantauan dilapangan dan langsung melaporkan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kemudian segera melakukan upaya-upaya. “Diharapkan koordinasi yang baik dan informasi yang cepat agar bencana secepatnya diantisipasi," tandas Uway. (jackson kewas/didi gara)

Banner Media Sulut

Komentar