Sugandy Putra Mokoagow

Putusan Bebas Notje ‘Cedera’, JPU Kasasi

PERKARA Notje Karamoy belum klimaks. Putusan bebas dalam dugaaan kasus tindak pidana menghalang-halangi proses hukum penyelidikan/penyidikan, bakal berlaku sementara. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon akhirnya unjuk gigi. Pengajuan kasasi dijabal Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Langkah Kasasi JPU Kejari Tomohon ke Mahkamah Agung (MA), membuat posisi pengacara Notje kembali berada di titik tidak aman. Konsekwensinya, putusan bebas yang diberikan Majelis Hakim Alfi Usup, Halidjah Waliy serta Wenny Nanda dalam sidang sebelumnya, dianggap belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap hingga terbitnya putusan MA.

Terkait kasasi, Tim JPU Kejari Tomohon yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Sugandy Putra Mokoagow, Selasa (14/11), telah mengirimkan berkas Kasasi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado.

"Ya benar, kami telah melengkapi berkas kasasinya di pengadilan," terang anggota tim JPU, Christomi Bonar, saat dikonfirmasi.

Menurut dia, alasan timnya mengajukan kasasi, karena masih berkeyakinan Notje Karamoy telah terbukti menghalagi proses penyelidikan dan penyidikan. "Sejak berkas perkara sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap), maka kita pun harus berkeyakinan bahwa isi berkas yang kami buat adalah benar. Hingga kami yakin bahwa Notje bersalah dan kami mau uji sekali lagi di MA," jelas Bonar, kemarin.

Untuk diketahui, dalam sidang sebelumnya, Notje Karamoy telah divonis bebas. Dalam amar putusan, majelis hakim memutuskan jika Notje yang sempat didakwa bersalah JPU melanggar ketentuan Pasal 21 Undang-Undang Tipikor, dengan segala pertimbangan dinyatakan tidak terbukti bersalah. Bahkan, membebaskan Notje dari dakwaan JPU. Kemudian, memerintahkan terdakwa segera dibebaskan dari tahanan serta memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Selain itu, menetapkan barang bukti 1-35 dikembalikan kepada kejari Tomohon melalui penuntut umum dan membebankan biaya perkara kepada negara. Sebelum putusan bebas diberikan, majelis hakim merujuk berbagai pertimbangan. Misalnya, dari keterangan ahli.(rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado