Media Breafing dalam rangka Rakernas ke-5 AMAN. Nefin Helena Suwuh selaku Ketua Panitia Rakernas saat memaparkan teknis dan tujuan penyelenggaraan Rakernas dihadapan wartawan, Sabtu (10/3).

Rakernas di Minahasa, AMAN Akan Evaluasi Janji Jokowi-JK

Manado, MS
Persiapan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di Desa Koha, Pineleng, Kabupaten Minahasa, Rabu (14/3), terus dimatangkan. Selain dialog bersama sederet tokoh nasional, ada sejumlah pembahasan penting yang telah diagendakan dalam iven akbar ini.
 
Salah satunya, untuk mengevaluasi janji Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala (Jokowi-JK) dalam program Nawa Cita yang salah satunya komitmen memperhatikan perlindungan Hak Masyarakat Adat di Nusantara.
 
"AMAN adalah salah satu pendukung utama Jokowi-JK, sebabnya program perlindungan hak masyarakat adat masuk dalam nawa citanya pak Jokowi-JK. Jadi Rakernas ini kita akan evaluasi komitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat sebagaimana yang tertuang dalam program tersebut," papar Arifin Saleh selaku penanggungjawab Rakernas ke-5 AMAN didampingi Tuti Pangestu dalam Media Breafing bersama sejumlah wartawan, Sabtu (10/3).
 
Dikatakannya pula, Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat sudah digodok Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan tinggal menunggu persetujuan pemerintah. "Posisi RUU Masyarakat Adat saat ini sudah diusulkan oleh DPR-RI, dan sekarang sementara menunggu respon pemerintah untuk mengesahkan sebagai Undang-Undang," paparnya.
 
Saleh menjelaskan, Rakernas biasanya diselenggarakan dalam bentuk dialog umum untuk pengumpulan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan hak masyarakat adat. "Akan ada sarasehan terkait jalur tempuh pengajuan hak masyarakat adat. Intinya kebijakan dari kementerian akan dibahas agar tidak semena-semena dari pihak lain dalam konteks pengelolaan di wilayah adat," katanya.
 
Terkait pelaksanaan Rakernas di Wanua Koha, Saleh menyebut ada sekitar 450 peserta yang akan datang dari seluruh pelosok Indonesia. "Kegiatan kita awali dengan diskusi ringan untuk memantik wawasan tentang hak adat masyarakat nusantara. Karena seluruh pengurus AMAN ini bekerja membela, melindungi dan melayani komunitas adat di seluruh provinsi," ungkapnya.
 
Sementara Nefin Helena Suwuh selaku Ketua Panitia Rakernas ke-5, menyebut, dalam dialog ini pihaknya mengundang sejumlah narasumber, seperti anggota KPU-RI Pramono Ubaid Tanhowi yang akan membawakan materi menjamin partisipasi masyarakat adat dan Pemilu dan Implementasi PKPU Nomor 10 tahun 2010, anggota DPR-RI dari fraksi Nasdem, Sulaiman Hamzah, Komisioner Komnas HAM RI, Amiruddin Al Rahab, Titi Anggraini selaku Direktur Eksekutif PERLUDEM, dan Laode Muhammad Syarif selaku Wakil Ketua KPK-RI.
 
Selain itu, narasumber dari pihak AMAN meliputi Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi dan Abdon Nababan dari pihak Dewan AMAN Nasional. "Semua pembicara sudah mengkonfirmasi kehadiarannya dalam Rakernas nanti," kata Suwuh. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.