Ratusan Siswa SMP dan SMA Terjaring Razia

'Disibu' Saat Asik di Kost dan Tempat Hiburan

 

Laporan: sonny dinar

 

Aparat gabungan tertibkan penyakit masyarakat. Rumah kost, hotel dan tempat hiburan malam jadi target utama. Nada prihatin meletup. Dari ratusan warga yang terjaring razia itu, sebagian besar adalah remaja pelajar. 

 

Sabtu (17/6), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Tim Terpadu Kota Manado (Sat Pol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Manado) serta Polisi Militer (PM) dari unsur TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara, merazia Kota Manado. 

 

Dari pantauan Media Sulut, tim penertiban menyisir tempat kost, hotel/penginapan dan sejumlah tempat hiburan malam. Sasaran penertiban, memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengunjung.

 

Penertiban yang digelar dalam rangka bulan Ramadhan ini, 

dimulai dari pukul 21:00 Wita hingga pukul 02:00 Wita (subuh). Tim terpaksa mengamankan ratusan masyarakat yang sebagian besar masih remaja alias anak baru gede (ABG). Lebih memprihatinkan, kebanyakan para ABG ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Warga yang terjaring dibawa ke Mapolda Sulut untuk diberi pembinaan.

 

Kepala Sat Pol PP Provinsi Sulut, Edison Humiang mengatakan, ketertiban umum, ketentraman masyarakat menjadi hal utama dalam ramgka penegakan peraturan daerah (perda), keputusan kepala daerah dan penegakan aturan atau undang-undang lainnya. 

 

"Tindakan ini juga dilakukan karena sedang memasuki bulan Ramadhan dan sudah ada edaran dari pemerintah tapi masih ada tempat-tempat hiburan malam yang tidak mematuhi. Tempat hiburan tersebut kita tertibkan," tandas Humiang. 

 

"Kita akan beri sanksi. Ini sudah jadi tekad kita dalam rangka ketertiban, keamanan dan ketentraman masyarakat. Terutama membuat kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang sedang atau sementara dalam menjalankan ibadah puasa," aku Humiang.

 

Ia mengungkapkan, dari data yang ada kebanyakan warga yang terjaring adalah wanita. 

 

"Kita mendapatkan rata-rata masih remaja di tempat kost dan yang kita dapati di tempat hiburan paling banyak adalah wanita. Yang kita jaring mereka di bawah umur, masih duduk di bangku SMP," bebernya. 

 

"Ini sangat disayangkan. Ini karena kurang perhatian orang tua. Seyogyanya orang tua itu dalam waktu sekian jam harus mencari tahu anak-anaknya ada dimana, bergaul dengan siapa dan mereka ketemu dengan siapa. Itu seharusnya diketahui oleh mereka," keluh Humiang.(**)

 

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.