Peternak babi di Desa Tounelet, Sonder, tampak mengurus hewan peliharaan yang selamat dari peristiwa bencan banjir, Minggu (19/2).

Ratusan Ternak Hanyut Terseret Banjir

Peternak Babi di Sonder Rugi Ratusan Juta

 

Sonder, MS

Bencana banjir di Minahasa, Minggu (19/2), menyisakan duka bagi puluhan peternak babi di Kecamatan Sonder. Ratusan hewan ternak yang dipelihara 51 pengusaha lokal, hanyut terseret derasnya arus banjir.

Kerugian materil yang dialami pun terbilang cukup besar. Totalnya diperkirakan mencapai 800-an juta rupiah. Bencana membuat para pengusaha gigit jari. Mereka tak menyangka akan tertimpa nasib sial.

Elen Kesek adalah salah satu peternak babi asal Desa Tounelet yang mengalami kerugian paling besar. Sebanyak 101 ekor ternak babi miliknya terseret arus.

Diwawancarai Media Sulut, Senin (20/2) kemarin, wanita paruh baya itu berusaha tetap tegar meski kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp 300 juta. Sembari memberi makan hewan peliharannya yang selamat, Elen menguraikan jumlah ternak miliknya yang hanyut terseret arus.

"Untuk babi yang usianya dibawah satu bulan ada 30 ekor yang hanyut. Yang dua bulan ada sekitar 30 ekor dan babi tiga bulan ada 30 ekor. Sisanya 11 ekor adalah babi betina yang beratnya mencapai 300 kilogram per ekor. Pokoknya ada 101 ekor yang hilang dibawa arus," urai Elen menjelaskan.

Kerugian itu belum semuanya. Kata Elen, pakan ternak yang biasanya sudah disiapkan dipeternakan hanyut semuanya. Padahal, harga pakan ternak juga tebilang cukup mahal.

"Kerugian yang saya alami mencapai 300 juta. Itu sudah termasuk babi dan pakan ternak yang sama-sama hanyut," lirihnya.

Diketahui, kandang tersebut merupakan tempat peternakan babi yang disewakan keluarga Mamoto - Lengkey. Ada sebanyak 51 peternak babi yang menyewa disitu. Rata-rata pengusaha mengalami kerugian akibat diterjang banjir Minggu lalu.

Selain Elen, ada pula pengusaha bernama Tomi Tilaar yang ikut merugi akibat peristiwa tersebut. Bedanya, kerugian yang dialami tak sebesar Elen. Tomi menaksir kerugian yang dialami sebesar Rp 20 juta.

"Kalau ternak milik saya ada 28 ekor yang hanyut. Rata-rata baru berusia dua hingga tiga minggu," sebutnya.

Dalam menjalankan usahanya itu, Tomi pun mengaku modalnya dari pinjaman uang di Bank. Setiap bulan dirinya mengangsur untuk menutupi pinjaman tersebut. Namun akibat peristiwa ini, dia mengaku kesulitan untuk membayar angsuran dua hingga tiga bulan kedepan.

"Saya hanya bisa berharap ada dispensasi dari pihak bank terkait kondisi yang saya alami ini. Karena terus terang, angsuran yang saya bayar diambil dari keuntungan penjualan babi. Tapi sekarang banyak ternak saya yang hanyut. Mudah-mudahan pihak bank bisa memahaminya," lirihnya.

Baik Elen, Tomi, maupun semua pengusaha babi dilokasi ini hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami. Mereka pun berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lainnya yang peduli terhadap nasib mereka.

Dilokasi yang sama, Hukum Tua Desa Tounelet Satu, Betfien Tenda, saat diwawancarai mengaku sudah mengusulkan proposal bantuan kepada pemerintah kabupaten, dalam hal ini Dinas Sosial. "Selain pemerintah, adanya juga lembaga-lembaga lainnya yang sudah memberi bantuan. Salah satunya perusahaan pakan ternak," kata Betfien.

Sementara Camat Sonder, Rouldy Mewoh mengatakan, diwilayahnya ada beberapa lokasi yang terdampak bencana banjir. Selain peternakan babi di desa Tounelet, ada juga usaha ternak babi di Desa Talikuran yang terdampak banjir.

"Hanya saja jumlahnya tak sebanyak di Tounelet. Kalau di Talikuran, kerugiannya ditaksir mencapai 100 juta," papar Mewoh.

Namun bencana banjir di Kecamatan Sonder ini tak hanya merugikan para peternak babi. Mewoh mengakui, ada sekitar 5 hektar sawah petani yang rusak akibat disapu arus. Selain itu, ada juga peternak ikan mas yang merugi karena peliharaannya hanyut terbawa arus banjir.

"Kalau dihitung keseluruhan, total kerugian warga yang terkena bencana mencapai 800 juta rupiah," sebutnya.

Pemerintah, lanjut dia, sementara melakukan pendataan untuk para korban bencana. "Nantinya mereka akan diberikan bantuan dari pemerintah. Itu memang program yang sudah disiapkan bilamana ada warga yang terkena musibah bencana," tandas Mewoh. (jackson kewas)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado