Nori Supit

Rawan Pungli, UN Perlu Pengawasan Ketat


Manado, MS

Ujian Nasional (UN) yang kian mendekat jadi warning untuk setiap sekolah. Kabar berhembus, momen ini acap kali dijadikan kesempatan melakukan pungutan liar (Pungli). Dewan provinsi (Deprov) meminta, cela tersebut harus diantisipasi.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Nori Supit mengakui, tindakan ini sering terjadi saat memasuki UN atau penerimaan mahasiswa baru. “Itu sudah biasa terjadi di momen-momen ini. Tapi sekarang tidak boleh lagi. Kalau dulu masih ada Pungli-pungli, sekarang tidak bisa karena semuaya sudah dibiaya oleh negara ,” ujar Supit, Rabu (15/3) kemarin, di ruang kerjanya. 

Bagi dia, sekarang ini sudah ada Biaya Opersional Sekolah (BOS) dan semua guru telah disertifikasi sehingga tidak perlu lagi terjadi aksi Pungli. “Buat apa lagi meminta-minta kepada murid,” tukasnya.

Untuk itu, legislator Partai Nasional Demokrat ini mendesak, agar pada UN nanti harus ada pengawasan ketat dari dinas pendidikan. “Pengawasan itu memang harus, tapi saya rasa semua sekolah sudah tahu. Ada sekolah yang berpura-pura. Dengan segala modus karena kegiatan ini dan itu. Minta bantuan melalui orang tua murid,” kuncinya. (arfin tompodung)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado