RESMI TERSANGKA, RIZIEQ TERSANDUNG DUGAAN PORNOGRAFI

Jakarta, MS

Nasib Rizieq Shihab, kans tamat. Usai disematkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) itu, kembali tersandung kasus baru. Sosok didaulat sebagai imam besar ormas yang dikenal dengan tindak kekerasan tersebut, diduga terseret skandal amoral.

Kedua kasus itu pun menambah daftar kasus indikasi pelanggaran hukum yang menjerat jebolan SMP Kristen Bethel Petamburan itu. Mengingat Rizieq juga telah dilaporkan dalam kasus dugaan ucapan palu arit di pecahan uang baru, indikasi penyerobotan tanah, sangkaan melecehkan agama serta dugaan pelecehan terhadap hansip.

Eks terpidana aksi penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau dikenal peristiwa Insiden Monas 1 Juni 2008, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik, Senin (30/1) kemarin.  "Penyidik meningkatkan status Rizieq Syihab dari saksi terlapor menjadi tersangka," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin kemarin.

Gelar perkara ketiga ini disebut berlangsung selama tujuh jam atau mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. “Sedikitnya ada  18 saksi yang sudah didengar keterangannya oleh penyidik berkaitan kasus tersebut. Tadi pagi (kemarin pagi, red)  penyidik juga telah meminta keterangan tambahan satu saksi ahli,” terangnya lagi.

Yusri menjelaskan, pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jabar melakukan analisis dan evaluasi dalam gelar perkara. “Tim penyidik, telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti untuk menguatkan sangkaan terhadap RS. Jadi penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur,” lugasnya.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. "Perkara penistaan Pancasila dan pencemaran proklamator. Itu semuanya sudah masuk unsur dan alat bukti yang cukup," tutur Yusri.

Pun begitu, Polda Jabar memastikan tidak akan melakukan penahanan terhadap Rizieq. penahanan. "Karena Pasal 154 a ancamannya empat tahun, dan Pasal 320 ancamannya sembilan bulan. Masih di bawah lima tahun, jadi tidak ada penahanan," tandasnya.

Rencananya pekan depan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar memanggil Rizieq untuk menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka.

Diketahui, Kasus menjerat Rizieq merupakan buntut dari pelaporan Sukmawati Soekarnoputri. Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tersebut menganggap Rizieq melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia.

Bareskrim Mabes Polri semula menerima laporan Sukmawati, lalu melimpahkan perkara tersebut kepada Polda Jabar. Alasannya karena tempat kejadian atau area ceramah Rizieq yang dianggap melecehkan Pancasila ini berlokasi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, atau masuk wilayah hukum Polda Jabar.

 

FPI AKAN AJUKAN PRAPERADILAN

FPI tak tinggal diam. Ormas yang dikenal dengan aksi-aksi kontroversial itu pasang badan untuk Rizieq Shihab. FPI siap mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka yang disematkan Polda Jabar kepada  Rizieq terkait kasus dugaan penghinaan Pancasila dan pencemaran terhadap Sukarno.

"Secepatnya akan mengajukan praperadilan," lugas Jubir FPI Slamet Ma'arif,  Senin (30/1) kemarin.

Namun dirinya tidak menyebutkan kapan target atau rencana akan diajukannya praperadilan tersebut. Dia hanya menyebut secepatnya akan dilakukan. "Secepatnya," imbuhnya.

Pekan depan, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa barat akan memeriksa Habib Rizieq sebagai tersangka. Pada pemeriksaan itu, Slamet maarif memastikan tetap akan mengawal jalannya pemeriksaan tersebut. "Saya pastikan FPI akan kawal Habib Rizieq dan  bela ulama," pungkasnya.

Menyikapi ancaman gugatan praperadilan dari FPI, Polda Jabar pun tak gentar.  Korps bhayangkara besutan Irjen Anton Charliyan menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.  "Silakan saja (praperadilan), itu mekanisme hukum yang diatur. Kalau memang merasa keberatan silakan ajukan praperadilan. Kita siap," tegas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Senin  kemarin.

Rizieq  sebelum menyebut Sukmawati Soekarnoputri telah melakukan kriminalisasi tesis ilmiah miliknya tentang Pancasila. Hal itu menyusul dilaporkannya Habib Rizieq ke polisi terkait dengan dugaan penodaan lambang dan dasar negara Pancasila.

Menurutnya, Sukmawati gagal paham soal isi ceramahnya. Ceramah tersebut merupakan bagian dari sosialisasi tesisnya yang berjudul 'Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia'. Tesis tersebut mendapatkan predikat cum laude di University of Malaya, Malaysia. "Sukmawati gagal paham soal ceramah saya. Ceramah saya diedit dan dipotong dan dilaporkan Sukmawati dengan penistaan Pancasila, ini nggak betul. Sama saja melakukan kriminalisasi tesis ilmiah," kata Habib Rizieq diperiksa sebagai terlapor di Mapolda Jabar, Kamis 12 Januari 2017 lalu.

 

KANDUNG PORNOGRAFI, POLISI USUT PERCAKAPAN WA RIZIEQ DAN FIRZA

Percakapan Whatsapp (WA) yang diduga dilakukan RS alias Rizieq dengan FH alias Firza, kini jadi perbincangan hangat di dunia maya. Perbincangan yang sarat mengandung konten pornografi itu, seketika jadi trending topic, disejumlah media sosial (medsos).

Baik facebook, twitter, path, maupun medsos lainnya. Maklum selain berisi screen shot percakapan yang  sangat vulgar, perbincangan yang ditengarai dilakoni Rizieq dan Firza itu disertai dengan foto-foto telanjang yang diindikasi dilakukan Firza.

Tak itu itu, ada pula video berdurasi sekitar empat menit  yang ditengarai percakapan antara Firza dengan seseorang bernama Ema yang membicarakan soal percakapannya dengan Rizieq di WA.

Video perbicangan dan foto-foto yang mulai beredar sejak Minggu (29/1) melalui di internet, itu banjir kritik, sorotan, hingga bully dari netizen. Maklum, Rizieq yang dikenal sebagai ulama itu sempat digaung-gaungkan untuk diangkat menjadi Iman Besar Umat Muslim.

Menyikapi pengunggahan dan penyebaran konten bermuatan pornografi yang kian massif di medsos, aparat kepolisian bergerak cepat.  Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki beredarnya video percakapan WhatsApp dua orang yang diduga RS dengan F yang diduga awalnya diunggah situs baladacintarizieq.com tersebut.

"Berkaitan dengan konten yang beredar di medsos, tentunya kita punya cyber patrol. Setelah adanya cyber patrol, kita menemukan beberapa akun yang diduga ada gambar pornografi, yang ada gambar di situ diduga adalah R dan F," ungkap Kabid Humas Polda Metro Argo Yuwono, Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/1) kemarin.

Argo mengatakan, unit cyber patrol Polda Metro Jaya telah memantau peredaran percakapan ini dan membuat laporan polisi Model A untuk mengusut pengunggah dan penyebarnya. "Tentunya kita dari anggota membuat laporan informasi dengan hal tersebut. Kemudian laporan tersebut dinaikkan ke pimpinan dan dilakukan penyelidikan," ujar Argo.

Argo mengatakan, polisi bertindak setelah mengetahui adanya keresahan masyarakat soal peredaran percakapan ini. “Sebab, video percakapan dua orang itu mengandung konten pornografi,” bebernya.

Ia pun mengaku pihaknya telah mengantongi akun-akun penyebar video yang diduga HR dan F yang beredar di Internet. "Sudah (teridentifikasi). Lebih dari satu," bebernya.

Argo mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, orang yang ada di dalamnya dan penyebarnya bisa dikenakan tindak pidana.

“Selain terancam Undang-Undang Pornografi, polisi juga akan mengenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atas peredarannya di dunia maya,” timpalnya.

Ia pun memastikan akan memeriksa R dan F. "Pasti diperiksa. Kita tunggu saja. Pokoknya kami minta keterangan beberapa ahli dulu. Ada ahli digital forensik, ahli biologi, ahli biologi forensik akan kami cek. Secepatnya," tandasnya.

 

FPI SEBUT FITNAH MURAHAN, KOMINFO BLOKIR BALADACINTARIZIEQ

FPI pun langsung angkat bicara menyikapi beredar luasnya  percakapan WA yang diduga dilakukan RS alias Rizieq dengan FH alias Firza di medsos yang mengandung konten pornografi.

"Itu fitnah keji dan kami menganggap sampah saja. Kami lebih kenal Habib Rizieq dan kami sangat percaya dengan beliau, makanya kami tenang-tenang saja," kata juru bicara FPI, Slamet Maarif, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, (30/) kemarin.

Meskipun begitu, FPI, kata Maarif, tidak akan mengklarifikasi kabar yang beredar tersebut.  "Nanti kebenaran muncul sendiri dan terungkap siapa yang fitnah habib. Ada yang lebih penting yang kami pikirkan, yaitu kasus Ahok dan kebangkitan PKI. Itu yang harus kami fokuskan," ujar Maarif.

Selain itu, Maarif mengaku tidak mengenal Firza Husein. FPI masih menyelidiki keberadaan rekaman percakapan tersebut. "Kami sedang selidiki secara saksama dan kumpulkan bukti-bukti untuk mempertimbangkan langkah berikutnya," tutupnya.

Berbeda dengan FPI, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) sedianya akan melaporkan pembuat situs baladacintarizieq.com ke polisi. "Ada komunitas yang secara sengaja ingin mendiskreditkan, menghancurkan kredibilitas Habib Rizieq. GNPF-MUI akan segera melakukan rapat untuk menentukan waktu pelaporan ke polisi. Pembuat dan penyebar video tersebut akan dilapor ke Bareskrim Polri," timpal Pengacara GNPF-MUI Kapitra Ampera, Senin kemarin.

Rizieq sendiri belum menanggapi dugaan percakapan WA berkonten pornografi yang ditengarai melibatkan dirinya dengan Firza yang kini ramai di medsos.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan  memblokir situs baladacintarizieq.com  yang memuat konten pornografi beredar di media sosial sejak Minggu (29/1) itu.

"Iya, diblokir, ini dalam proses pemblokiran," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo Noor Iza Senin kemarin.

Menurut Noor Iza, pemblokiran baladacintarizieq.com tidak perlu berkoordinasi dengan Rizieq, yang namanya dicatut dalam situs tersebut. "Kominfo akan blokir aja. Kalau ini kan (konten) pornografi, langsung kita blokir saja," kuncinya.

Diketahui, FH alias Firza telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Makar oleh Polda Metro. Firza yang mengaku sebagai Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, ditangkap pada 2 Desember 2016 subuh, karena diindikasi sebagai salah satu pemegang dana dugaan makar.

Firza juga sempat menjadi bahasan tatkala musisi Ahmad Dhani menyebut namanya dalam pemeriksaan polisi terkait kasus makar. Dhani mengaku sempat diminta Firza untuk menyiapkan mobil komando yang digunakan Habib Rizieq dalam aksi 212 lalu.

Wanita yang diduga melakukan percakapan WA berbau pornografi dengan RS itu, dalam beberapa gambar yang beredar di sosial media, nampak bersama Ketua Umum FPI tersebut. (dtc/tmp/kcm)

Banner Media Sulut

Komentar