Steven Liow.

Restoran Manado Bersarang Warga Kurang Jelas

Fakta mengejutkan terkuak saat pemerintah menyisir sederet restoran di Kota Manado. Beberapa rumah makan ternyata menyimpan pekerja dari luar Sulawesi Utara (Sulut) namun keberadaannya masih kurang jelas.

Persoalan ini terendus ketika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), rutin mengadakan operasi inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik di Negeri Wenag itu. Meski tidak merinci dari daerah mana kedatangan mereka, Kepala Satpol PP Provinsi Sulut Steven Liow, menyayangkan aparat pemerintah di lingkungan yang kurang peka terhadap warga pendatang.

 

"Banyak pendatang di kota Manado tidak dapat dideteksi oleh Pala (Kepala Lingkungan) dan mereka (pendatang) tidak tahu mau melapor kemana. Baiknya Pala itu di rumahnya ditaruh papan Kepala Lingkungan, supaya 1x24 jam masyarakat bisa melapor," kata Liow seraya menambahkan bahwa sidak tersebut demi mendorong intensitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

 

Selain itu, ia meminta Pala agar jangan ada pungutan bagi pendatang baru. Misalnya, bila ada warga pendatang minta surat keterangan. Aturan administrasi harus jelas dilakukan karena jika tidak, bisa dianggap pungutan liar (pungli).

 

"Kepada pengusaha restoran, pengusaha jasa lainnya, kalau ada pekerja dari luar mohon segera melapor kepada Pala setempat dan harus ada surat pindah. Itu kami dapati di beberapa restoran. Ada yang kita temukan kemarin, bekerja di salah satu restoran dan mereka tidak melapor kepada Pala. Mereka juga tidak membawa surat pindah dari daerah asal," bebernya sembari tidak merinci restoran mana.

 

Selain itu Liow menuturkan, kos-kosan saat ini sudah banyak dijadikan tempat berpesta minuman keras, khusus di kalangan anak muda. "Banyak beredar miras di rumah kos-kosan. Ini menjadi tanda awas kepada pengusaha yang memberikan kost-kostan. Kalau boleh pemilik kost bertindak tegas, jangan biarkan mereka berbuat seenaknya. Kalau boleh kost-kost bebas miras dan narkoba," ungkapnya.

 

Tambahnya, operasi rutin akan digelar Pol PP Sulut bersama satuan dari polisi dan tentara. Ini merupakan juga sampling dari Bapak Gubernur Olly Dondokambey dalam upaya deteksi dini ancaman Kamtibmas supaya bisa dipantau. “Karena itu kita akan operasi terus sampai 40 hari ke depan," tandasnya dan menerangkan, sejak dilaksanakan operasi gabungan, sudah 147 warga yang kebanyakan anak muda diamanakan. (sonny dinar)


Komentar