Rizieq Syihab

Rizieq Ancam Revolusi

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  Muhammad Rizieq Syihab, kembali unjuk gigi. Tersangka kasus dugaan pornografi yang kini berstatus buron, mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah.

Dari luar negeri, Rizieq memberikan dua tawaran kepada pemerintah. Rekonsiliasi atau revolusi. Baginya, ultimatum itu bukannya ia menyerah, namun justru dia mengklaim sebagai sikap kesatria para ulama sebagai implementasi semangat aksi bela Islam.

"Implementasi ruh aksi 411 dan 212 yang selalu mengedepankan dialog dan perdamaian dengan semua pihak," kata kata Rizieq Syihab dalam sebuah rekaman suara yang disebarluaskan oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif, Senin  (3/7) kemarin.

Meski begitu, Rizieq memberi syarat untuk melakukan rekonsiliasi tersebut. Syaratnya adalah menghentikan perkara-perkara yang melibatkan ulama dan aktivis atau yang dalam bahasa Rizieq disebut kriminalisasi ulama dan aktivis. Selain itu juga menghentikan penistaan terhadap agama apapun.

Rekonsiliasi, kata Rizieq, tak akan bisa dilakukan tanpa penghentian penyebaran paham komunis, liberal dan paham sesat lainnya. Syarat lainnya adalah pemerintah harus menjunjung tinggi asas musyawarah dan asas proporsionalitas di berbagai aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Rizieq jika semua itu tak bisa dipenuhi, maka hanya revolusi sebagai cara mewujudkan rekonsiliasi nasional bagi keutuhan NKRI. "Tak ada pilihan lain bagi rakyat dan bangsa Indonesia kecuali revolusi," lugasnya.

Terkait pertemuan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia  (GNPF-MUI) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai bukan suatu pengkhianatan.  

"Jangan serta merta diartikan sebagai bentuk pelemahan perjuangan, apalagi pengkhianatan. Tapi itu sebagai peran GNPF-MUI yang proaktif membangun komunikasi dan dialog dengan semua pihak,” terangnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menegaskan pemeriksaan kasus dugaan chat mesum yang melibatkan Rizieq Syihab dan Firza Husein tetap berjalan. Penyidik sudah bulat menuntaskan kasus ini di pengadilan. “Kalau memang tidak ada lagi yang perlu lengkapi, ya tinggal P21 (diserahkan ke pengadilan),” ujar Iriawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Iriawan mengatakan penyidik masih menunggu Rizieq kembali ke Indonesia. Sebab pemimpin Front Pembela Islam itu belum pernah diperiksa meski statusnya sudah tersangka.  Menurut Iriawan, walaupun saat ini Rizieq berada di luar negeri, penyidikan terus berjalan. Polisi tidak memiliki kendala untuk menyelesaikan kasus ini. “Ya tidak apa-apa. Nikmati saja dulu jalan-jalannya,” ujar dia.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Rizieq telah lebih dulu berangkat ke Arab Saudi bersama keluarganya untuk menjalankan umrah. Kabar terakhir, pada Idul Fitri 2017, dia berada di Yaman untuk menemui anak dan kerabatnya.(tmp)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado