Sampah di Kota Ulu Mulai Meresahkan

Siau, MS

Pengadaan 200 tong sampah oleh Dinas Kebersihan dan Penataan Ruang (DKPR) Sitaro baru-baru ini sekiranya bisa mengurangi volume sampah yang selama ini berserakan diemperan jalan. Namun sayang, kondisinya justru terbalik, dimana hingga kini sampah-sampah yang ada masih menjadi hiasan di sepanjang ruas-ruas jalan di Kota Ulu dan sekitarnya.

Disamping objek-objek vital seperti Pasar dan Terminal, tumpukan-tumpukan sampah juga terlihat hingga disudut-sudut lorong maupun gedung-gedung perkantoran. Ironisnya, kondisi ini disebutkan telah berlangsung lebih dari seminggu tanpa ada perhatian pihak terkait.
“Sudah seminggu lebih. Bahkan sampah yang menumpuk sekarang sudah hampir tiga drum penampung,” ujar salah satu staf Samsat Sitaro, pekan lalu.

Pantauan harian ini dibeberapa terlihat kondisi Pasar Ampera Ulu Siau merupakan lokasi publik terparah dengan jumlah volume tumpukan sampah terbanyak. Tak hanya satu titik, keberadaan sampah di Pasar Ampera bisa dijumpai di beberapa titik. Diperoleh informasi jika sampah-sampah tersebut bukan murni dampak dari adanya pasar, melainkan adanya suplay sampah dari luar yang sengaja dibawa oleh oknum warga.

Meski begitu, apapun alasannya pemerintah daerah melalui DKPR harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi, khususnya diarea Pasar Ampera Ulu Siau. Pasalnya, setiap harinya petugas dari DKPR tak pernah absen dalam menagih retribusi kebersihan kepada setiap pedagang.

“Pengadaan tong sampah menjadi hal mubazir manakalah sampah-sampah masih berserakan. Ini faktor petugas kebersihan yang malas atau kelalaian pihak DKPR. Apapun alasannya, SKPD teknis harus bertanggung jawab, sebab pungutan bea kebersihan setiap hari jalan, tapi sampah juga tetap ada,” sentil beberapa warga Kelurahan Tarorane.

Sebelumnya, Kepala DKPR Sitaro Ir James Makasenda MM mengakui adanya peningkatan volume sampah di masyarakat, khususnya di fasilitas-fasilitas publik seperti Pasar. Olehnya, DKPR berencana untuk menambah armada sampah baik berupa konteiner penampung ataupun mobil penampung. “Pengadaan tong sampah adalah solusi jangka pendek. Jangka panjangnya adalah menambah penampung di setiap sudut lorong serta penambahan armada berupa mobil pengangkut,” jelasnya.(haman)

Banner Media Sulut

Komentar