Sangadi dan Camat Diminta Proaktif

Kaidipang, MS

Pada tahun 2017 lalu pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) telah menangani kasus asusila. Bahkan kasus tersebut menimpa anak di bawah umur yang jumlahnya mencapai 40 kasus.

Dari keseluruhan kasus tersebut ada yang telah mendapatkan ketetapan hukum dan ada yang saat ini berproses di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu. Menanggapi hal tersebut, salah satu personil Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Suphan Hasan, menilai jika kasus tersebut dapat dihindari jika perang masing-masing orang tua dan lingkungan ditingkatkan.

“Peran orang tua dan lingkungan dimana seseorang tinggal akan berpengaruh besar terhadap perkembangan seorang anak, sehingga itu peran tersebut diminta untuk ditingkatkan,” tandas Suphan. 

Tidak hanya itu, namun politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bolmut ini meminta kepada seluruh Sangadi dan Camat sangat diharapkan dalam membentuk dan meminimalisir berbagai kejadian yang ada diwilayahnya masing-masing, termasuk kegiatan asusila tersebut.

“Peranan serta fungsi dari seorang pemimpin wilayah seperti halnya Sangadi maupun camat turut membantu dalam meminimalisir terjadinya berbagai kegiatan yang mengarah kepada tindakan kriminal termasuk asusila ini,” tambahnya. 

Menurutnya lagi dengan adanya Dana Desa (Dandes) para Sangadi bisa memprogramkan kegiatan yang khusus untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat.

“Saat ini semua desa memperoleh Dandes, sehingga itu untuk alokasi Dandes ini tidak mesti harus meningkatkan pembangunan yang ada di desa, namun bisa jadi dialokasikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan kesadaran terhadap masyarakat terkait kegiatan krimanal tersebut,” pinta Hasan. (Nanang Kasim)

 

 


Komentar