Taufik Tumbelaka (Ist)

Sekda Tak Harus Putra Daerah

Kabar mengejutkan meletup dari sejumlah kabupaten/kota. Kepala daerah ‘souding’ ke Gubernur Olly Dondokambey soal niatnya untuk mengganti Sekretaris Daerah (Sekda). Belakangan terungkap, niat itu telah ditindaklanjuti dengan surat resmi ke Gubernur.

“Sudah ada yang menyampaikan langsung ke Pak Gubernur akan mengganti Sekdanya. Ada juga yang sudah menyurat secara resmi,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub), Steven Kandouw belum lama ini.

Permohonan itu juga telah disertai dengan sejumlah usulan nama Aparat Sipil Negara (ASN) yang akan mengisi kursi Sekda. Rata-rata nama yang direkomendasikan adalah pejabat kabupaten/kota setempat.

Reaksi publik pun menyembul ke permukaan. Mengkritisi wacana penggantian Sekda di sejumlah daerah tersebut. “Untuk kursi Sekda di sejumlah daerah yang telah mengusulkan untuk diganti, diharapkan jika nantinya akan diisi dari birokrat Pemprov, tidak harus putra/putri daerah,” kata pengamat pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka, Kamis (10/11) kemarin.

Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini menegaskan, sentimen primodial harus dijauhkan dari proses tersebut. “Hal ini karena posisi Sekda adalah jabatan karier tertinggi dari birokrat dan juga di kalangan birokrat telah ditanamkan mental abdi negara, dimana masalah sentimen primordial seperti agama, asal-usul daerah, ras dan lainnya sudah bukan masalah di kalangan birokrat,” jelasnya.

“Seorang birokrat telah terdidik dengan semangat kebangsaan dan telah sadar dengan posisi apapun, terlebih khusus suatu posisi strategis akan dipercayakan kepada seorang birokrat karena dianggap layak dan mampu,” terang Tumbelaka.

Diketahui, kini telah santer terdengar jika user Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Bitung dan Tomohon, telah mengusulkan pergantian Sekda. Kabar itu seolah dibenarkan dengan kehadiran Sekda-Sekda tersebut dalam proses assessment pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sulut.

Menurut Gubernur Olly, para Sekda yang akan ‘dibuang’ itu akan ditarik ke provinsi. Pertimbangannya karena mereka adalah birokrat-birokrat handal yang berpeluang mengisi kabinet ‘dream team’ OD-SK.

Wagub Steven Kandouw berpendapat, idealnya penggantian Sekda nantinya hanya 'pertukaran' pejabat dari provinsi ke kabupaten/kota. "Soal siapa yang akan mengisi kursi-kursi sekda itu masih akan dilihat. Tapi idealnya baku tukar saja. Dipilih yang di sini (Pemprov) sesuai kepangkatan, tukar saja," kata Kandouw berpendapat.

"Kalau cuma ditunjuk dari bawah (kabupaten/kota) terus di sini (Pemprov) ? Mereka menunjuk yang sudah tidak mau dipake kemudian di sini bagaimana?" selorohnya. (rikson karundeng)


Komentar