Burung Satanic Night Jar dan ular Jansenin Red Snike. Kedua satwa ini hidup di Gunung Mahawu

‘Selain Pesona Bunga, Tomohon Kaya Satwa Endemik’

Menelisik Potensi Gunung Mahawu dan Lokon

 

Tomohon, MS

Selain bunga, keistimewaan Kota Tomohon ada pada keanekaragaman satwa. Bahkan, disebut endemik. Dari penuturan sejumlah pramuwisata yang sering mengantar wisatawan asing, hewan endemik itu bermukim di Gunung Mahawu dan Lokon.

Sebut saja burung Scally Kingfisher yang diketahui merupakan burung endemik yang hidup di kawasan wisata Gunung Mahawu. Selanjutnya Satanic Night Jar dan ular Jansenin Red Snike.

Demikian dijelaskan salah satu pramuwisata senior Kota Tomohon, Jotje Lala. Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Tomohon itu mengakui, minat kunjungan wisatawan asing di Kota Tomohon saat ini, tertuju pada Gunung Lokon dan Mahawu. “Dari beberapa kunjungan yang kami pandu, mereka kagum dengan keindahan Gunung Lokon dan Mahawu. Alasannya, pemandangannya sangat menakjubkan,” aku Lala, belum lama.

Selain itu, jarak tempuh untuk mencapai Gunung Lokon dan Mahawu sangat singkat. “Berada hanya dekat dengan kota, membuat kedua gunung ini menjadi istimewa,” ujar dia.

Hal menarik lainnya, kata Lala, tentang kekayaan fauna di dua gunung itu. “Misalnya di Mahawu. Di sana ada beberapa hewan endemik. Artinya, hanya hidup di Mahawu dan tidak di daerah lain. Contohnya, burung Scally Kingfisher, Satanic Night Jar, Sulawesi Pymi Perot dan Some Pigion Burung. Itu cuma ada di Sulut khususnya Mahawu,” rinci Lala.

Wisatawan khususnya pencinta burung tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk melihat keberadaan burung-burung tersebut. “Mereka kagum. Tomohon menurut mereka adalah kota yang luar biasa dengan kekayaan flora dan fauna,” ujarnya.

Ia berharap saat TIFF, selain potensi bunga, keanekaragaman hewan endemik di Kota Tomohon harus dipromosikan sehingga diketahui masyarakat umum.

Masih Lala, terkait kondisi alam Kota Tomohon.”Wisatawan menilai Tomohon sangat sejuk. Selain itu, memiliki keanekaragaman budaya dan penduduk yang familiar. Itu jadi ‘emas’ kita warga Tomohon,” ucapnya. Lala pun mengakui perhatian pemerintah menunjang perwujudan Tomohon menjadi kota pariwisata dunia. Caranya, dengan melengkapi fasilitas infrastruktur di semua objek wisata. “Itu titik maju sektor pariwisata kita. Tentunya, masih banyak potensi yang perlu kita kembangkan lagi. Itu tugas pemerintah dan masyarakaty untuk terus mempromosikannya,” tutur Lala sembari menambahkan jika pihak HPI mendukung penuh iven TIFF 2017.

Sekretaris DPD HPI Sulut Jefry Rompis menjelaskan, selain burung, Tomohon memiliki keistimewaan lainnya. Misalnya, ular Jansenin Red Snike. Ular tersebut endemik Sulut. Menurut dia, di Gunung Mahawu banyak ular tersebut. Jenisnya, seperti ular itam, tapi pada tubuhnya ada corak kuning kuning,” urai Rompis.

“ada wisatawan asing yang berhari-hari tinggal di Tomohon hanya untuk melihat ular tersebut. Mungkin bagi mereka, memiliki sisi istimewa sendiri ketika sudah melihat langsung ular tersebut,” kunci Rompis.(victor rempas)

Banner Media Sulut

Komentar