Serapan Minim, Kandouw Semprot SKPD

Manado, MS

Kritik tajam kembali menyasar pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kali ini datang dari Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw.

Lemahnya serapan anggaran memicu tensi orang nomor dua di jajaran Top Ekskutif Nyiur Melambai itu. SKPD dituding tidak memiliki perencanaan yang matang.

"Perencanaan lemah, anggaran sudah turun, yang mau dibikin belum jelas. Karena itu kebanyakan torang punya SKPD mindsetnya ada dulu itu doi baru bapikir program," semprot Kandouw, belum ini.

Padahal menurut dia, sebenarnya program sudah tersedia. Untuk membuat suatu program cukup mengikuti program Gubernur Olly Dondokambey lewat Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Karena itu diakuinya lemahnya serapan anggaran oleh masing-masing SKDP dilingkup Pemerinta Provinsi (Pemprov) Sulut telah mendapat perhatian serius Gubernur.

"Ini jadi penilaian juga ke bapak Gubenur. SKPD harus tahu betul-betul memahami tupoksinya. Sayangnya, ada (SKPD, red) yang cuma stel jago. Tahun depan jangan lagi terjadi seperti ini," tandas Wagub.

Sebelumnya, Wagub menguak bahwa berdasarkan laporan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Perbendaharaan Negara, total anggaran yang ada di Sulut ada sekitar Rp 26 Triliun, per bulan november baru Rp 19 Triliun yang baru diserap, untuk belanja seluruh kabupaten/kota se-Sulut dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Ada Rp 7 Triliun yang belum terserap. Ini harus cepat-cepat diantisipasi, antara lain dengan rakorev (rapat koordinasi dan evaluasi) ini," ungkapnya.

"Ini mengingatkan kepada kabupaten/kota agar supaya lebih cepat penyerapan. Dan memberikan kesempatan kepada mereka supaya bisa memberikan masukan kalau ada kendala-kendala yang boleh pemerintah provinsi jembatani. Bapak Gubernur Olly Dondokambey sudah siap menjembatani semua itu," ujar Kandouw.

Wagub juga mengingatkan, waktu atau batas penyerapan sudah tidak lama lagi. "Pokoknya saya tidak mau tahu. Harus selesai dalam waktu dua minggu ini. Bayangkan sisa Rp 7 Triliun itu, kita dongkrak saja 40 persen ada Rp 3 Triliun," tukasnya. (sonny dinar)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado