Ketua KPU Sitaro, Stephen Londok saat menerima dokumen dari pasangan calon Sisca Salindeho SE dan Hironimus Makainas SE sebagai syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Siska-Makainas Tebar Ancaman

Maju Lewat Jalur Perseorangan

 

Siau, MS

Tensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), kian memuncak. Ring pesta demokrasi di wilayah jalur sirkum pasifik tambah panas, ketika Siska Salindeho bersama Hironimus Makainas, memastikan satu tiket sebagai kontestan dalam perebutan elit ekselutif lumbung pala tersebut. Jalur perseorangan menjadi pilihan.

Keseriusan Siska-Makainas untuk maju di arena Pilkada terbukti, setelah mereka menyerahkan dokumen ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sitaro yang menjadi syarat dukungan bakal pasangan calon (Paslon) perseorangan bupati dan wakil bupati, Senin (27/11).

“Saya siap maju sebagai calon bupati dan Pak Makainas sebagai calon wakil bupati dari jalur perseorangan,” tandas Siska kepada sejumlah awak media, kemarin.

Hingga pendaftaran, timnya sudah berhasil mengumpulkan 7.700-an fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jumlah itu, menurut dia, sudah melampaui syarat jumlah fotocopy KTP yang harus dikantongi calon kandidat yang akan maju dari jalur independen sebanyak 5.435 KTP.

“Fotocopy KTP yang sudah terkumpul berjumlah 7.700 lebih lembar. Jumlah ini sudah melampaui syarat yang ditentukan KPU. Sebagian besar fotocopy KTP tersebut diantar oleh masyarakat ke rumah dengan sukarela,” terangnya.

Siska pun menghimbau agar kerukunan masyarakat di Sitaro tetap dijaga, tanpa dipengaruhi ajang Pilkada ini. “Mari kita jaga kerukunan di tengah masyarakat, jangan sampai ada gesekan,” kunci Siska.

Masuknya Siska-Makainas dalam pertarungan Pilkada Sitaro tahun 2018, patut diperhitungkan. Apalagi, saat mendaftar di KPU, Siska-Makainas didampingi Piet H Kuera yang notabene merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Sitaro.

“Ini akan menjadi ancaman serius bagi kandidat lainnya. Apalagi, saat mendaftar mereka didampingi Ketua Golkar Sitaro. Itu tanda awas,” sebut Rolly Toreh SH, pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut), Senin (27/11) malam.

Menggunakan jalur perseorangan, menurut dia, bukan hal yang mudah. Sebab, Paslon dibebani sejumlah persyaratan yang berat. Namun, di Sulut sudah ada bukti pasangan perseorangan yang bisa menang di Pilkada. “Contohnya di Kota Tomohon. Saat Pilkada lalu, Pak Jimmy Eman maju menggunakan jalur perseorangan dan akhirnya menang. Itu bukti jika jalur perseorangan bisa menjadi ancaman serius bagi kandidat yang diusung partai. Apalagi, Paslon ini populis dan merakyat,” nilai Rolly.(haman)


Komentar