Kepsek Jantje Mangore bersama sejumlah siswa lulusan. (foto hendra mokorowu)

Siswa Diasah Lanjut Studi ke Jenjang Tertinggi

Wujud Syukur Kelulusan SPENSA Tomohon

Tomohon, MS

Ungkapan syukur yang tak terkirakan, terpanjat hanya bagi nama Tuhan. Kelulusan siswa 100 Persen menambah koleksi prestasi lembaga pendidikan lanjutan pertama terbesar di Kota Sejuk. Keberhasilan sekitar 393 peserta didik menempuh 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu (SPENSA) Tomohon, jadi buah manis.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Sekolah (Kepsek), Drs Jantje Mangore MPd kepada Media Sulut, Selasa (6/6). Mangore menuturkan, bagi siswa kelulusan tahun 2018, ini merupakan langkah awal pada anak tangga pendidikan. Kesuksesan yang sesungguhnya menurutnya, ketika ratusan anak didik binaannya itu bisa melanjutkan studi ke jenjang paling tinggi.

 

"Sesuai ekspektasi kami, pendidikan anak-anak jangan hanya berhenti di sini. Namun hendaknya dilanjutkan terus ke tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) atau SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Bila perlu sampai kuliah. Sebab bersekolah itu bisa membuka banyak peluang untuk sukses di masa depan," ungkap Mangore.

 

Disebutkannya, proses belajar itu tidak pernah mati sampai kapan pun. Pemikiran itu pula yang senantiasa ditanamkan pihaknya bersama guru-guru kepada siswa-siswi. Tentunya, ketika anak lanjut studi, haruslah didukung orang tua secara penuh. Pihaknya yakin usai menerima pembinaan, pembekalan dan pembelajaran di SPENSA Tomohon, anak-anak mampu berkarya di sekolah lanjutan atas.

 

"Kiranya, di mana pun siswa melanjutkan studi nama harum sekolah tetap dijaga. Tentu dengan cara belajar yang baik hingga meraih prestasi tinggi. Baik di bidang akademik maupun non akademik. Apalagi kualitas lulusan SPENSA Tomohon sangat baik," tuturnya penuh asa.

 

Dirinya menyebut, banyak prestasi telah digelontorkan siswa angkatan kelulusan Tahun 2018 ini. Utamanya, perolehan nilai tertinggi di 2 mata pelajaran Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP se-Kota Tomohon. Adalah 94 poin pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dimana UNBK menurut Kepsek, merupakan salah satu indikator kemandirian siswa.

 

"Kalau prestasi akademik maupun non akademik itu relatif. Bagi saya, pencapaian prestasi yang paling penting ialah sikap atau karakter anak-anak berubah. Ditambah keterampilan dan kemandirian siswa angkatan kelulusan tahun ini sangat bagus. Itu terbukti lewat hasil UNBK," pungkas Mangore.

 

Diketahui, kegiatan sykuran penamatan 393 siswa SPENSA Tomohon ini dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, Dr Juliana Dolvin Karwur MKes MSi beserta jajaran. Hadir pula Kadis Pemuda dan Olagraga, Toar Pandeiroth bersama Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Olga Karinda. (hendra mokorowu)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.