Foto bersama siswa, guru pembimbing dan pengajar MAPATIK usai sesi pelatihan sinematografi.

Siswa SMK St Familia Ditempa MAPATIK, Respons Aray Diapresiasi

Tomohon, MS

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St Familia Tomohon ditempa dalam event ‘MAPATIK Goes To School’, Senin (11/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan yang digagas Komunitas Penulis Muda Minahasa, MAPATIK.

Kepala Sekolah, Herald N Aray MPd menuturkan, pihaknya menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sekolah di bawah naungan Yayasan Yoseph Yemyee ini sangat butuh pelatihan seperti itu. Meski para siswa dididik khusus mejadi tenaga trampil di bidang perkantoran dan perhotelan.

Diakui, pelatihan menulis sastra dan jurnalistik beserta sinematografi yang dibagikan ke para siswa merupakan bentuk penguatan bagi sekolahnya. Utamanya para peserta didik.

"Kami rindu mendapatkan pelatihan seperti ini. Apalagi, siswa di sekolah kami, banyak yang memiliki potensi. Sudah dibuktikan lewat karya tulis mereka, yakni cerita pendek dan puisi. Itu bahkan telah dibukukan walaupun baru sebatas konsumsi internal sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan, ke depan hasil karya tulis ini bisa dikonsumsikan ke publik," ungkap Aray.

Lanjutnya, talenta menulis akan hilang ketika pelajar tidak diasah. Untuk itu Aray mengharapkan, melalui kegiatan tersebut, kemampuan anak didiknya dalam menulis, baik sastra maupun jurnalistik akan semakin tajam.

"Kepada para siswa, kiranya setelah mengikuti pelatihan ini, api semangat untuk berkarya akan semakin membara. Bukan untuk kepentingan sekolah semata. Akan tetapi siswa bisa membekali pribadi masing-masing untuk berkarya di masa depan," asa Aray sembari membuka secara resmi kegiatan pelatihan.

Sementara, Director MAPATIK, Rikson Childwan Karundeng M.Teol, memberikan apresiasi tinggi terhadap respons positif yang ditunjukan Kepsek SMK Katolik St Familia Tomohon. Ia menilai, atensi seorang pemimpin lembaga pendidikan menengah yang diperagakan Aray merupakan hal yang luar biasa.

"Ini luar biasa. Pengalaman kami di sejumlah sekolah, bentuk perhatian dari seorang Kepsek untuk pengembangan diri siswa tidak seperti yang kami ditemukan hari ini. Kami bersyukur masih ada pimpinan sekolah yang punya kerinduan itu. Saya sangat bersemangat dengan respons yang diberikan Kepsek bersama para siswa SMK Katolik St Familia Tomohon," sebut Karundeng dalam sambutannya.

Hal menarik menurut dosen yang juga jurnalis ini, pengalaman yang dipaparkan Kepsek. Terutama soal hobi membaca salah satu majalah populer yang isinya banyak tulisan sastra. Untuk itu ia mengajak para siswa untuk rajin membaca.

"Membaca adalah pintu bagi setiap orang mengetahui banyak informasi. Aktivitas ini akan sangat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal menulis. Satu hal yang menjadi modal utama, yakni keinginan atau niat untuk mengembangkan diri," jelas Karundeng yang juga Pegiat di Mawale Cultural Center ini.

Diriya pun menekankan, penjumpaan antara MAPATIK dan siswa SMK Katolik St Familia ini tidak berakhir ketika pelatihan usai. Ke depan ia berharap, di sekolah ini justru bisa lahir komunitas penulis siswa yang akan saling menopang dalam mengembangkan keterampilan menulis masing-masing.

Di kegiatan pelatihan yang direncanakan selama tiga hari ini, para siswa awalnya ditempa dengan materi sinematografi. Narasumber, Kalfein Wuisan MPd yang merupakan Dosen di Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado. Sedangkan untuk pelatihan menulis sastra dan jurnalistik dijadwalkan pada Selasa 12 - Rabu, 13 Desember 2017. (tr-1)


Komentar