Sitaro Mulai ‘Panas‘

TENSI politik Negeri 47 Pulau, kian meninggi. Meski terhitung masih kurang lebih satu tahun, namun aroma pertarungan berebut singgasana wilayah kepulauan itu, kian menyembul. Sederet figur yang menyatakan diri siap bertarung di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), terus bermunculan.

Menilik konstelasi di jalur partai, sejauh ini baru dua partai yang menyatakan secara terang-terangan akan maju di Pemilukada. Adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sosok Evangelian Sasingen dan Ivone Bentelu, sudah menegaskan siap bertarung melalui PDIP jika direstui. Lain halnya dengan Alfrets Ronald Takarendehang. Politisi Partai Hanura ini menyatakan, akan maju meskipun nantinya akan membentuk partai koalisi. Selain mereka, ada juga figur yang sudah menyatakan siap terjun dalam pesta demokrasi melalui jalur independen, yakni Sony Dauhan yang kuat dugaan akan berpasangan dengan Hendra Pelealu.

Bursa Calon Kepala Daerah (Cakada) kian ramai. Pasalnya, masih ada beberapa nama yang ikut disebut-sebut, namun belum menyatakan diri secara langsung ke publik akan maju di Pilkada. Seperti Kres Mamondole, Bob Janis, Zeth Papona serta Drs John Heit Palandung MSi dari kalangan birokrat.

Pantauan Media Sulut, semua calon yang sudah menyatakan akan maju di Pilkada Sitaro baik Sasingen, Bentelu dan Takarendehang, sudah terlihat mulai intens menggalang dukungan. Sasingen misalnya, dengan modal Ketua TP PKK, istri tercinta Bupati Toni Supit SE MM ini semakin intens menemui warga dengan berbagai kegiatan-kegiatan. Bahkan, tidak jarang Sasingen menghadiri kegiatan pertemuan-pertemuan besar baik yang diagendakan oleh organisasi keagamaan maupun pemerintah wilayah.

Bentelu juga terlihat sangat intens. Hal ini terbukti dengan kegiatan reses sebagai anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara, dirinya memilih Tagulandang sebagai lokasi reses. Dalam reses tersebut, Bentelu terlihat membawa serta ambulans yang dibalut stiker bertuliskan nama Ivone Bentelu. Namun demikian, politisi PDIP dengan latar belakang Dokter ini mengaku mobil tersebut bukan bagian dari kampanye. “Dalam reses saya beberapa waktu lalu ada yang mengeluh dengan pelayanan mobil ambulans, maka saya merespon dengan menyiapkan ambulans gratis kepada warga Tagulandang,” ungkap Bentelu.

Di bagian lain, Takarendehang yang balum lama ini menakhodai Partai Hanura Sitaro saat dikonfirmasi, mengaku siap jika dipercaya masyarakat. “Jika melihat perolehan kursi Hanura di DPRD Sitaro, sesuai aturan kami tidak boleh mengusung calon, namun kami akan mencoba melobi partai lainnya untuk berkoalisi dengan kami,” ujar Takarendehang yang juga pengusaha nusa itu.

Dia menegaskan, saat ini pihaknya sedang membangun komunikasi dengan sejumlah partai yang ada di DPRD Sitaro. “Partai Golkar, PAN, Gerindra dan Nasdem sudah membangun komunikasi dengan kami,” tuturnya.

“Kita sudah siap melawan dengan siapa saja, termasuk PDIP dan Golkar walaupun mereka akan koalisi,” sambung dia.

Sementara itu, Partai Golongan Karya (Golkar) yang notabene merupakan partai besar dan memiliki hak mengusung calon saat ini, masih bungkam. Diduga, aksi diam partai besutan Setya Novanto (Setnov) itu, dikarenakan bingung untuk menunjuk siapa yang berhak untuk papan 1. Pasalnya, saat ini Partai Golkar Sitaro memiliki 2 kader yang layak diusung di papan 1 yakni Drs Piet Hein Kuera sebagai Ketua DPD II Sitaro dan Zeth Papona yang merupakan Ketua DPD II Sangihe. “Kalau papan dua, saya kira Golkar punya beberapa stok, dan salah satunya adalah Hironimus Makainas, apalagi Pak Hironimus Makainas merupakan perwakilan dari Tagulandang,” beber Tokoh muda Siau, Hok Liempepas.

Jika kondisi ini terus belanjut, maka peluang dua pasangan untuk bertarung kian terbuka. Pasalnya, selain waktu yang kian singkat, belum ada figur yang nampak serius bertarung seperti dua sosok ini. Ditambah sikap Partai Golkar yang masih kabur.

Sementara itu, dari external partai, nama Asisten I Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs John Heit Palandung MSi yang merupakan putra asli Sitaro juga ramai disebut-sebut pantas untuk bersaing menunggangi DL 1 C. Pengalaman di birokrat menjadi penilaian sendiri untuk Palandung, dimana pernah menjabat sebagai Penjabat Walikota Bitung dan Penjabat Bupati Kabupaten Sangihe menjadi jaminan bagi Palandung untuk bisa memimpin Kabupaten Sitaro. "Bagi Saya jabatan adalah amanah, dan jika masyarakat mempercayakan pasti Saya harus siap," ucap Palandung singkat saat dimintai keterangan.

Pengamat Politik Sitaro yang juga tokoh muda Siau, DR Mister G Maru, SH MHum menilai, sikap Golkar yang saat ini masih diam bisa saja disengaja. “Bisa saja mereka (Golkar, red) sedang melakukan silent operation. Golkar merupakan partai besar dan punya massa militan, sehingga tidak mungkin mereka melewatkan Pilkada ini tanpa berbuat, apalagi mereka punya hak untuk mengusung,” ujarnya.

Soal PDIP, jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengakui, Olly harus hati-hati meramu strategi jika tidak ingin tumbang untuk kesekian kalinya. “Pilkada Sangihe harus menjadi pelajaran, dan jangan memaksakan figur yang tidak diinginkan masyarakat,” saran Maru.(haman)

Banner Media Sulut

Komentar