Fanny Legoh

Situs Budaya Dirusak, Deprov Sasar Pemerintah

Tondano, MS

Perusakan situs budaya di Minahasa kembali terjadi. Nada kecam sontak menyembul dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Gerak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan kabupaten/kota dalam penanganannya disorot.

Dalam menyikapi persoalan perusakan situs budaya, Pemprov diharapkan ada sinergitas dengan kabupaten/kota. Penting adanya kerjasama untuk menanggulangi masalah penghancuran tempat-tempat yang sarat nilai sejarah budaya itu.

“Seperti perusakan di Kema, itu harus ada perhatian khusus pemerintah. Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus kerja sama menyikapi ini,” tegas Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, Fanny Legoh, akhir pekan lalu, saat bersua dalam resesnya di Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat.

Penting baginya untuk pemerintah memberikan perlindungan terhadap situs budaya. Ia menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai sejarahnya.

“Bangsa yang tidak tahu sejarah sama dengan keluarga besar ilang fam (marga). Tidak tahu identitas kita seperti apa,” ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ia menjelaskan, di Amerika Serikat bicara sejarah selalu menjadi motivasi bagi generasi yang baru. Mereka bisa membanggakan diri dimana-mana dengan identitas sejarahnya.

“Amerika bisa dengan bangga mengatakan, ‘I’am Amerika’ karena sejarah sehingga mereka juga bisa mendirikan suatu bangsa yang besar. Sekarang jadi bangsa yang terbaik karena mereka menghargai sejarah,” pungkas anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

“Sesuai dengan ungkapan Soekarno mengatakan, bangsa yang besar adalah yang tahu menghargai para pahlawannya. Dalam kata lain, jangan sekali-kali lupakan tentang sejarah atau singkatannya Jas Merah,” tutup wakil rakyat vokal ini. (arfin tompodung)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.