SK PASLON BARU GOYANG GOLKAR DAN PAN SITARO

KPU Anulir, Tetty: Itu SK Palsu!

 

Siau, MS

Tensi politik di injury time pendaftaran pasangan calon (paslon) di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Sitaro, sempat memanas. Dua partai politik (parpol), dikabarkan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru dengan paslon yang berbeda. Masing-masing dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Informasi  yang dirangkum harian ini, Golkar telah menerbitkan SK atas nama Ronald Takarendehang dan Rudolf Jutixel  Parera (RR). Namun  tiba-tiba muncul SK baru atas nama paslon, Richard Kainage dan Heddy Wem Janis. SK baru tertanggal 9 Januari 2018 bernomor 147/GOLKAR/2018  tersebut ditanda-tangani Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham.

Padahal paslon RR yang diusung Golkar, telah mendaftar di KPU, Selasa (9/1). Duet politisi handal dan pengusaha itu malah dihentar langsung oleh utusan DPP Golkar, DPD I Golkar I dan DPD Golkar Sitaro.

Sama halnya dengan PAN. Partai berlambang matahari terbit itu telah mengeluarkan SK untuk pasangan AAB Maliogha-Elians Bawole, dan telah mendaftarkan kedua paslon tersebut di KPU, bersama Partai Gerindra dan Nasdem, Selasa (9/1). Namun, Rabu (10/1) kemarin, tiba-tiba muncul SK baru dengan cabup, Bob Janis, tanpa cawabup.

Pantauan harian ini, situasi di KPU, Rabu malam kemarin, sempat tegang. Itu menyusul calon bupati yang memiliki SK baru dari Golkar, Richard Kainage dan cabub SK baru dari PAN, Bob Janis, berusaha untuk mendaftarkan diri di KPU. Sementara cabup Golkar, Ronald Takarendehang  dan Cabup PAN  AAB Maliogha yang telah mendaftar di KPU, juga berada di lembaga penyelenggara Pilkada tersebut.

Namun pada ujungnya, upaya Richard Kainage dan Bob Janis menemui jalan buntu. KPU menganulir pendaftaran Bob Janis. Calon bupati SK Bari PAN Janis yang pertama melakukan pendaftaran disekitar pukul 23.00 Wita, gagal lolos verifikasi karena, tidak menyertakan bakal calon wakil bupati.

Sementara Kainage batal mendaftar, karena bakal calon bupati  Heddy Wem Janis, tidak bersedia untuk mendaftar. Apalagi, Ketua DPD II Golkar Sitaro, Piet H Kuera juga tidak bersedia mengantar Richard Kainage dan Heddy Wem Janis, dengan alasan  sudah mendaftarkan pasangan RR.

“Pak Bob Janis (SK baru PAN, red) tidak lolos verifikasi karena  dalam pendaftaran tidak mengikut-sertakan bakal calon wakil bupati serta tidak didampingi oleh partai politik pengusung,” ungkap Ketua KPU Sitaro, Stephen Londok, kepada wartawan harian ini.

Disinggung soal paslon paslon Golkar SK baru, Kainage dan Wem Janis,  Londok mengaku tidak melakukan pendaftaran. “Tidak  mendaftar. Dan saat ini pendaftaran paslon sudah ditutup. Karena sudah pukul 24.00, batas akhir pendaftaran paslon,” tandasnya.

TAKARENDEHANG TETAP OPTIMIS

Terpisah, bakal calon bupati Alfrets Ronald Takarendehang SE Ak saat dikonfirmasi enggan menanggapi lebih jauh hal tersebut. Ia tetap optimis bersama Jutixel Rudolf Parera, akan berlaga di Pilkada Sitaro mengendarai Partai Golkar. “Bersyukur pada Tuhan karena proses pendaftaran kami sesuai ketentuan dan berjalan lancar. Ada pihak DPP, DPD I dan DPD II yang mendampingi kami bahkan menandatangani berita acara saat pendaftaran. Jadi sejauh ini tidak ada masalah,” terang Takarendehang yang mengaku saat mendaftar di KPU dikawal sekira 8 ribu lebih pendukung militannya.

Meski begitu, dia menyerahkan semua mekanisme kepada KPU Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). “Nanti kalo ada yang mendaftar pasti akan diverifikasi KPU. Nanti dicek apakah sah atau tidak dan sesuai ketentuan atau tidak. Kami optimis dan yakin dengan SK yang diberikan DPP kepada kami,” imbuh Takarendehang, Rabu (10/1) malam.

Terkini, pihak KPU Kabupaten Kepulauan Sitaro telah mengeluarkan surat pengantar kepada Alfrets Ronald Takarendehang SE Ak dan Jutixel Rudolf Parera sebagai Bakal Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sitaro tahun 2018, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani. Merujuk pengantar tersebut, Rumah Sakit (RS) Prof Kandouw Manado menjadi tempat pemeriksaan kesehatan mereka.

Sementara itu, untuk tanda terima dokumen persyaratan pencalonan Paslon Bupati dan Wabup atas nama Takarendehang-Parera oleh KPU, tertanggal 9 januari 2018 sekitar pukul 15.27 Wita.

DPD I GOLKAR ANCAM POLISIKAN

Sementara Ketua DPD I Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu, ketika dikonfirmasi Media Sulut semalam menegaskan SK Golkar atas nama Richard Kainage dan Heddy Wem Janis itu, palsu.

“Saya sudah cek di DPP. Dan DPP menyatakan tidak pernah keluarkan SK paslon baru di Sitaro. Itu SK Palsu,” lugasnya.

“Soalnya setiap surat atau keputusan dari DPP yang berkaitan dengan Golkar Sulut selalu dikoordinasikan dengan saya sebagai Ketua DPD,” sambung Srikandi yang akrab disapa Tetty itu.

Tak hanya itu, Tetty mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum, Airlangga Hartarto, via telepon genggam terkait informasi itu. “Dan Pak Ketum katakan tidak pernah keluarkan SK atas nama Richard Kainage dan Heddy Janis,” bebernya.

Ia pun mengancam akan menempuh jalur hukum atas dugaan pemalsuan SK paslon Golkar di Sitaro tersebut. “Indikasi pemalsuan ini akan kita laporkan ke polisi,” tutup Bupati Minahasa Selatan itu.(haman palandung/rull mantik)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.