Perayaan Paskah Raya dan Hari Anak GMIM yang dipusatkan di Lapangan Sparta Tikala Manado.(Foto.Ist)

‘SPIRIT TOLERANSI DARI JANTUNG NYIUR MELAMBAI

Paskah Raya dan Hari Anak GMIM Spektakuler

Laporan: Fiena KAAWOAN

LONCENG toleransi meraung-raung dari Kota Tinutuan. Perayaan Paskah Raya dan Hari Anak Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2018, Sabtu (14/4), jadi penyulut. Kali ini, ‘bibit’ persaudaraan dan kebersamaan di daerah yang dijuluki kota paling toleran di Indonesia ini, disemai ribuan Anak Sekolah Minggu (ASM).

Itu mencuat pada perayaan Paskah Raya dan Hari Anak GMIM tahun 2018 yang dipusatkan di Lapangan Sparta Tikala Manado. Dihadiri ribuan ASM dan Guru Sekolah Minggu (GSM) se-GMIM itu, iven religius tahunan ini, berlangsung spektakuler.

Dijelaskan ketua panitia pelaksana (Panpel), Imelda Bastiaan Markus SE, pelaksanaan Hari Kebangkitan Yesus Kristus dilaksanakan di Wilayah Manado Sentrum. Sekira 124 jemaat yang tersebar di tiga kota dan empat kabupaten se-Sulut, ambil bagian.

"Sebagai panitia pelaksana kami merasa senang bisa melayani ribuan anak-anak dan guru-guru Sekolah Minggu di GMIM. Sebagai panitia kami juga mengalami banyak tantangan dan puji Tuhan semuanya bisa kita atasi bersama," tandas isteri tercinta Wakil Walikota (Wawali) Mor Dominus Bastiaan.

Menurut Imelda, Paskah Raya dan Hari Anak GMIM tahun 2018 di Kota Manado ini, ingin menegaskan jika label Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia benar-benar nyata dan diimplikasikan seluruh warga Kota Manado meski berbeda suku, agama, ras dan antar-golongan.

"Inilah Kota Manado yang dijuluki sebagai kota paling toleran di Indonesia. Karena beginilah kami, meski berbeda-beda tetapi kami menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan ditengah masyarakat Kota Manado," tandas Imelda.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE mengingatkan orang tua, agar memperhatikan tingkah laku anak-anak zaman sekarang, agar tidak melupakan identitasnya sebagai umat kristen. "Saya hanya minta kepada orang tua agar terus mendampingi anak-anaknya agar mereka tidak sibuk dengan alat-alat teknologi modern seperti handphone. Mari kita arahkan anak-anak kita pada hal-hal yang positif agar mereka tidak melupakan gereja," terang orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai itu.

Ibadah Paskah ASM dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Hein Arina MTh. Dalam rangkaian ibadah juga dilaksanakan serah terima dari pengurus Komisi Pelayanan Anak Sinode (KPAS) GMIM Periode 2014-2018 kepada pengurus KPAS Periode 2018-2022. Tampak hadir dan memberikan sambutan Ketua KPAS GMIM Periode 2018-2022, Pnt Michael Mait.

Paskah Raya dan Hari Anak GMIM diakhiri dengan Pawai Paskah dengan mengambil start dari lapangan Sparta Tikala dan Finish di Monumen Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado. Sebelum ibadah dimulai ditampilkan berbagai atraksi anak-anak baik drum band, tarian katrili, tarian maengket maupun barongsai

Selain ribuan ASM dan GSM, tampak hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut sekaligus Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ritha Dondokambey Tamuntuan, Wawali Manado Mor Dominus Bastiaan SE mewakili Walikota Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) serta Ketua TP-PKK Manado yang juga Bunda PAUD Kota Manado dan mantan Ketua Komisi Pelayanan Anak Sinode (KPAS) GMIM Pnt Prof Dr Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA.(**)

2 Attachments


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.