Paulus Iwo saat menghadiri persidangan di Pengadilan Tipidkor Manado, belum lama ini.

Sudiwardono Cs ‘Lepas’ Terdakwa Solar Cell

Jaksa Kans Kasasi, PT Manado Disorot

 

Manado, MS

Potret buram penanganan perkara korupsi di Nyiur Melambai, mencuat. Setelah dihantam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado Sudiwardono, reaksi miring masif mendera intitusi hukum yang bermarkas di Jalan Samratulangi Manado tersebut.

Hal itu dipicu penanganan sederet perkara korupsi yang tengah bergulir di PT Manado. Contohnya, kasus korupsi proyek lampu Solar Cell tahun 2014, yang sudah menjerat Paulus Iwo. Informasi yang diterima awak media, Majelis Hakim di PT Manado telah mengeluarkan surat penetapan dengan nomor 13/PID.SUS/2017/PT.MND, yang memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera membebaskan Paulus dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng tertanggal 2 Oktober 2017. Keputusan tersebut telah membuat sejumlah pihak yang berkaitan dengan penanganan perkara ini merasa kaget.

Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Alfi Usup yang diketahui sempat menangani perkara ini, merasa terkejut mengenai surat penetapan pembebasan tersebut. Namun, Usup mengaku belum menerima salinan putusan banding Paulus dari pihak PT Manado. “Saya belum terima salinan putusannya, kalau memang putusannya seperti itu, kami menghargai putusan PT Manado. Yang jelas kami telah menjalankan tugas dan telah menghukum terdakwa,” tanggap Humas PN Manado itu.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (KasiPidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Melly Suranta Ginting. Saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (7/10), Ginting tak menepis jika informasi perkara banding Paulus sudah putus. Hanya saja, Ginting mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima salinan putusan dari pihak PT Manado.

Bahkan, Ginting menjelaskan, jika informasi perkara banding Paulus yang telah diputus PT Manado, baru diketahuinya lewat surat penetapan Majelis Hakim PT Manado yang diketuai, Yap Arfen Rafael, didampingi dua Hakim Anggota, Imanuel Sembiring dan Andreas Lumme.

Dalam surat penetapan itu, tidak begitu jelas apa yang menjadi pertimbangan hukum sehingga Paulus harus dikeluarkan dari Rutan. Hanya tercantum kalau Majelis Hakim bersandar pada putusan PT Manado tanggal 2 Oktober 2017 dan Pasal 192 KUHAP. “Makanya, ketika surat itu sudah kami terima resmi, kami berencana untuk melakukan kasasi ke MA (Mahkamah Agung),” kunci dia.

Untuk diketahui, perkara korupsi proyek lampu Solar Cell Manado berbanderol Rp9,6 Miliar, telah tuntas disidangkan di PN Manado, Kamis (6/7) lalu. Paulus divonis bersalah dengan pidana hukuman 5 tahun penjara beserta Uang Pengganti (UP) sebesar Rp2,4 Miliar lebih, subsidair 2 tahun penjara. Selain itu, denda sebesar Rp50 juta, subsidair 3 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim telah mempertimbangkan fakta persidangan bahwa baterai Bulls Power yang dibeli Iwo di Cina bersama saksi Irene Netty tidak sesuai dengan kontrak. Dimana, dalam kontrak yang harusnya terpasang yakni baterei merk Best Solution Batery (BSB).

Parahnya lagi, barang yang didatangkan dari Cina itu justru tidak melalui proses uji laboratorium. Padahal, sudah menjadi ketentuan bahwa setiap barang dari luar negeri wajib mendapat uji laboratorium.

Lebih meyakinkan Majelis Hakim, yakni hasil audit ahli berhasil menemukan adanya kerugian Negara sebesar Rp3 Miliar lebih, ditambah fakta lapangan yang menguak dipersidangan, jika baterai yang didatangkan dari Cina itu telah direkayasa dengan cara ditempel stiker merek BSB. Itu membuat kekuatan baterei hanya sanggup bertahan 3 sampai 6 jam. Padahal, dalam kontrak proyek, baterei seharusnya bertahan hingga 10 jam per harinya.

Adapun dalam putusannya, Majelis Hakim sependapat dengan tuntutan JPU, yakni Iwo bersama tiga terpidana lainnya, telah terbukti melanggar ketentuan pasal 3 juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado