Gubernur, Kapolda dan Pangdam

SULUT MASIH TERAMAN

Manado, MS

 

Predikat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai salah satu daerah teraman di nusantara, kembali terjawab. Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, terbukti berjalan aman dan terkendali.

Kondusifitas Bumi Nyiur Melambai di dua hajatan penting itu, tak lepas dari kesigapan aparat kepolisian serta Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban.

Pemerintah dan masyarakat juga ikut memberi andil besar dalam menjaga serta menciptakan suasana yang nyaman. Kekhawatiran akan adanya ancaman teror, tertepiskan. Ada sedikit riak-riak kecil yang terjadi di sejumlah daerah, namun cepat teratasi.

Apresiasi pun datang bersahut-sahutan. Kinerja aparat keamanan banjir respek. “Natal dan Tahun Baru yang baru kita lewati bersama, penuh makna. Tak hanya kemajuan pembangunan sosial dan kemasyarakatan yang kita rasakan bersama, tapi yang lebih terpenting lagi, masyarakat Sulut bisa merayakan Natal dan menutup Tahun 2017 dengan baik, aman dan tentram,” ungkap Kepala Biro Hubungan External/Humas Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (MD-GPdI), Pdt DR Revly Pesakh kepada harian ini, Rabu (3/1) kemarin.

“Ini semua tentu tak lepas dari peran aparat keamanan, baik kepolisan dan TNI, pemerintah, dan seluruh masyarakat yang telah sama-sama bergandeng tangan dalam menjaga keamanan,”  sambungnya.

Ia pun berharap, keamanan dan keharmonisan yang terbina di 2017 akan terus terjaga di tahun baru ini. “Karena tantangan di 2018 akan lebih lagi, sebab tahun ini merupakan tahun politik. Mengingat adanya beberapa Pilkada, serta sudah mendekati Pemilihan umum 2019. Mari kita jaga terus tali persaudaraan dan kebersamaan sebagai warga Sulut yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Apresiasi senada didendangkan Sekretaris Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Ir Miky Wenur. "Aparat keamanan sudah bekerja secara profesional dan sangat maksimal. Sebab itu, sejak pelaksanaan ibadah-ibadah Pranatal hingga Hari Natal dan Tahun Baru di Sulut, umumnya berjalan aman dan damai,” ungkap Wenur melalui sambungan telepon.

Faktor lain yang mendukung amannya perayaan keagamaan tersebut menurut Wenur, tak lepas dari peran publik. Alasannya, masyarakat kini, kian memiliki kesadaran tinggi. Apalagi lanjutnya, keterlibatan pemerintah sangat membantu. Seluruh komponen masyarakat semakin menyadari bahwa perayaan hari besar keagamaan perlu dijaga bersama.

 

 

"Kesadaran yang terbilang cukup tinggi itu pun mendorong masyarakat untuk mengendalikan diri. Imbasnya, perilaku-perilaku tidak kita harapkan berkurang pula," urai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tomohon ini.

Ia menyimpulkan, sinergitas bahkan kerjasama antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat bersama aparat keamanan sangat baik. Sehingga perayaan Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 1 Januari 2018 berjalan lancar.

"Kiranya dalam kegiatan keagamaan serupa ke depan, penanganan keamanan semakin ditingkatkan. Kemitraan yang sudah terbina antara pemerintah tokoh agama/masyarakat dan seluruh komponen publik ini hendaknya terus dijaga. Dengan demikian, capaiannya pasti akan lebih baik lagi," tandas Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kota Tomohon tersebut.

LEGISLATOR APRESIASI APARAT KEAMANAN

Momen perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Sulut terlewati dengan kondusif. Apresiasi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Pujian mengarah ke aparat keamanan. Berkat pengamanan ketat, dua perayaan strategis itu terbilang kondusif di Bumi Nyiur Melambai.

“Situasi Natal dan Tahun Baru, aman terkendali. Riak-riak mungkin ada tapi tidak ada yang sampai memicu keretakan besar di antara masyarakat,” tutur Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Sulut, Jenny Mumek, Rabu (3/1), saat dihubungi harian ini. “Malahan antar pemeluk agama saling menjaga keamanan satu dengan yang lain,” sambung politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Akan hal itu, wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini pun, mengangkat jempol kepada aparat keamanan di Sulut. Atas sinergitas pengamanan yang dilakukan sehingga mampu memproteksi segala sesuatu yang bisa mengancam stabilitas keamanan di Sulut. “Kami memberi apresiasi kepada Polda Sulut dan Kodam Merdeka serta semua elemen masyarakat yang sudah terlibat dalam pengamanan di sepanjang perayaan Natal sampai Tahun Baru sehingga berjalan aman dan lancar,” ucap Srikandi Gedung Cengkih yang siap bertarung di kursi wakil bupati Kabupaten Minahasa itu.

Ia juga memuji masyarakat di Sulut yang dinilai semakin sadar dan mawas diri dalam menjaga lingkungan sekitarnya dari berbagai macam gangguan keamanan. Terlebih umat beragama yang boleh saling mendukung.  “Terima kasih kepada umat muslim yang sudah membantu polisi dan pemerintah menjaga keamanan di rumah-rumah gereja. Mereka betul-betul punya rasa kebersamaan yang tinggi sebagai sesama warga Sulut. Semoga hal-hal dalam menjaga kerukunan seperti ini akan membudaya dan terus terjaga serta terpelihara bahkan diwariskan kepada anak cucu kita,” kuncinya.

GUBERNUR SALUT

Rasa bangga pun didendangkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada segenap masyarakat Sulut yang telah menjaga dan terus memelihara kerukunan.

Sehingga perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 bisa berjalan aman.  Malah terhitung hingga 20 Desember 2017 lalu, Sulut menerima kunjungan turis lokal maupun internasional sebanyak 25 ribu orang.

Tak heran, Sulut pun kembali dinobatkan sebagai Provinsi paling aman di Indonesia. "Ini semua karena kerukunan yang selama ini terus kita pelihara di bumi Nyiur Melambai dimana kita juga dinobatkan sebagai Provinsi terbahagia ketiga di Indonesia dan saya juga ingin menyampaikan Kota Manado mendapatkan peringkat sebagai Kota yang Paling bertoleransi di Indonesia begitu banyak prestasi yang telah torehkan namun malam ini, kita akan menutup semua rangkaian kegiatan kita di tahun 2017 dan menyambut Tahun Baru 2018," ungkap Olly di Puncak Christmas Festival  pada malam Old and New Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, yang digelar di Area Pohon Kasih Kompleks Mega Mas Manado, Minggu (31/12) hingga Senin (1/1) dini hari.

“Saudara-saudara pekerjaan kita tidak gampang, pekerjaan kita adalah merawat kerukunan, merawat kedamaian di Sulawesi Utara dan ini merupakan karena panggilan hati nurani kita, apa yang dikerjakan oleh para Tokoh Daerah kita, para Wartawan yang memberitakan soal kebaikan di Sulawesi Utara sehiga hal ini senantiasa terus menciptakan kedamaian dihati kita,” sambungnya.

Ia pun memberikan apresiasi yang tinggi bagi kinerja aparat keamanan. “Ini semua juga tak lepas dari peran dari aparat TNI/Polri, khususnya Polda Sulut dan Kodam Merdeka yang bahu-membahu menjaga keamanan di daerah kita,” lugasnya.

Tak lupa, Olly memberikan seuntai pesan kepada masyarakat Sulut dalam menyambut Tahun Baru 2018. Mengingat dinamika serta tantangan selalu dalam mengiringi dalam kehidupan bermasyarakat. "Marilah kita senantiasa bergotong royong saling membantu seperti apa yang telah diwariskan oleh para perdiri daerah kita, Bapak DR Sam Ratulangi yang mengatakan ” Si Tou Ti Mou Tu Mou Tou” yang artinya mari torang baku bantu, mari torang baku jaga karena torang samua basudara dan Torang samua Ciptaan Tuhan,” pungkasnya.

KAPOLDA : TERIMA KASIH MASYARAKAT

Komitmen aparat keamanan di Sulut untuk menjaga kondusifitas perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dari berbagai ancaman terorisme maupun gangguan kamtibmas, terbukti.

Berbagai apresiasi disematkan kepada Polda Sulut dan Kodam Merdeka. Pun begitu, pucuk pimpinan di dua korps keamanan itu enggan sesumbar. Ungkapan terima kasih malah dilayangkan kepada masyarakat Sulut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah ikut menciptakan keamanan dan ketertiban saat merayakan Natal dan malam tahun baru. Semoga hal ini akan selalu terjaga,” ucap  Kapolda Sulut Inspektur Jendral (Irjen) Bambang Waskito.

“Secara umum, situasi Natal dan malam tahun baru di Sulawesi Utara relatif aman, termasuk kondisi kamseltibcar lantas cukup kondusif,” timpalnya.

Senada diungkap Kapolresta Manado Komisaris Besar (Kombes) Polisi, Hisar Siallagan. “Atas instruksi Kapolda, kita melakukan pengamanan ketat dalam mengamankan perayaan Natal dan Malam Tahun Baru di Ibukota Provinsi. Syukur semua boleh berjalan baik,” bebernya.

Ia mengakui ada sedikit insiden pada perayaan tahun baru, terkait kejadian ledakan petasan di Mega Mas Manado. Tapi Mantan Kapolres Bolaang Mongondow ini  menegaskan, jika kejadian tersebut langsung ditangani, dan tak membuat keamanan terganggu. "Semuanya berjalan aman. Terima kasih kepada masyarakat kota Manado. Mari kita jaga kota ini bersama," tandasnya

Ungkapan serupa diutarakan Kepala Penerangan Militer (Kapenrem) 131/Santiago, Mayor Fathan Ali. Pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dinilai boleh berjalan dengan aman karena adanya dukungan dari masyarakat. "Semuanya berjalan aman. Ini berkat juga kerjasama dengan pihak Polri, Pemerintah, serta dukungan masyarakat. Terima kasih," pungkasnya.

Diketahui sedikitnya ada 3.642 personil aparat, baik dari Polri, TNI dan instansi terkait lainnya yang terlibat dalam pengamanan Natal dan malam tahun baru. Pengamanan dipusatkan di gereja-gereja, pengamanan jalur lalu lintas, lokasi pusat perayaan serta titik-titik keramaian lainnya.(tim ms)


Komentar