Lynda Watania

Sulut Rawan Dijadikan Pintu Masuk Teroris

Teror bom di Kota Surabaya dan Cirebon, memantik kesiagaan di seantero Nusantara. Pemerintah dan masyarakat kompak melakukan pencegahan. Semua akses teroris dikunci.

Kendati Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) jauh dari titik peledakan bom, namun potensi serangan dinilai tetap ada. Apalagi letak Sulut yang berdekatan dengan Philipina. Warga pun diminta waspada.

Kepala Dinas Perhubungan Daerah  (Dishutda) Provinsi Sulawesi Utara, Lynda Watania menilai, wilayah pelabuhan, bandar udara, terminal bus di Sulut, dianggap rawan dijadikan pintu masuk teroris. Hal ini dibebernya di sela-sela pemantauan salah satu terminal di Kota Manado, Selasa (15/5) kemarin. "Jadi untuk aparat yang melakukan tugas di pelabuhan-pelabuhan, bandara, terminal angkutan transportasi darat, agar memperketat penjagaan dan mewaspadai, karena daerah Sulut merupakan salah satu daerah perbatasan negara lain," kata Watania.

Ia mengingatkan kembali kepada seluruh warga bumi nyiur melambai yang berpergian menggunakan transportasi udara, laut, darat agar tetap berhati-hati dan jaga keselamatan. "Terkait dengan perisitiwa terjadinya bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya, Rusunawa di Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan Daerah mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi angkutan baik transportasi melalui jalur udara, jalur darat maupun jalur laut agar tetap waspada," pesannya.(sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.