Sumardia Modeong


Sumardia Sukses ‘Jegal’ Sehan

Boltim,MS

Pertarungan antara Sumardia Modeong dan Sehan Mokoagouw dalam ‘merebut’ dan mempertahankan kursi Wakil Ketua Pimpinan Dewan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akhirnya tuntas. Sehan Mokoagouw, politisi senior Partai Golkar Boltim yang sebelumnya menduduki kursi Pimpinan Dewan sebagai Wakil Ketua itu, ‘terjegal’ setelah adanya ‘surat sakti’ yang dikeluarkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, yang berisi tentang Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sumardia Modeong.  

Dalam Acara Pelantikan tersebut, Sumardia Modeong pun nampak terenyuh dalam situasi, ketika dirinya Selasa (23/5) kemarin secara resmi dilantik menjabat selaku Wakil Ketua Dewan Boltim menggantikan Sehan Mokoagow.
Proses pelantikan terhadap Sumardia Modeong tersebut dilaksanakan setelah adanya SK Gubernur menyangkut pengangkatan terhadap Modeong. Sebelumnya, dalam SK yang dikeluarkan Gubernur, tidak menyebutkan menyangkut pemberhentian terhadap Sehan Mokoagow, tetapi dalam SK sebelumnya hanya menyebutkan pengangkatan terhadap Sumardia Modeong. Karena adanya indikasi seperti itu, sehingga proses pelantikan yang telah direncanakan akhir pekan kemarin, akhirnya ditunda sembari menunggu keabsahan dari SK yang ada.
Diduga kuat, proses pelantikan tersebut dilaksanakan sesudah adanya lampiran penguatan terhadap SK menyangkut pemberhentian terhadap Sehan Mokoagouw dari jabatan selaku Wakil Ketua Pimpinan anggota DPRD dan mengangkat Sumardia Modeong selaku Wakil Ketua pimpinan anggota DPRD.

Sementara itu menurut Ketua  DPRD Boltim Marsaoleh Mamonto ketika dikonfirmasi tentang pelantikan tersebut mengatakan, proses pergantian kursi pimpinan anggota dewan ini dilaksanakan karena merujuk dari SK yang ada, sudah tidak lagi bermasalah.

“SK-nya sudah kuat dan tidak bermasalah, sehingga pelantikan dilakukan,” terang Mamonto.

Bagai berdayung sambut, kondisi ini pun makin memanas ketika gertakan Sehan Mokoagouw dengan seriusnya dibuktikan, setelah dirinya  kepada Media Sulut kemarin mengatakan bahwa 

pelantikan tersebut dirinya akan menempuh jalur hukum baik itu perdata maupun pidana.

Alasannya cukup kuat, karena sampai saat ini permasalahan pergantian belum mempunyai keputusan tetap atau sedang berproses di internal partai, sementara Gubernur sudah mengeluarkan SK pengangkatan terhadap Sumardia Modeong.

”Kami akan menempuh jalur hukum dengan semuanya itu, karena memang tidak ada dasar tetap, sebab belum ada keputusan tetap dari internal partai,” tegas Mokoagow yang mengaku bahwa dirinya tidak pernah membuat kesalahan apapun baik secara internal partai maupun dalam tugas sebagai pimpinan dewan. (Pusran Beeg)

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors