Sumendap Jadi Rebutan di Pilkada

Ratahan, MS

Popularitas incumbent James Sumendap (JS) di Minahasa Tenggara (Mitra) masih belum terbendung. Politikus PDI Perjuangan ini sukses membangun citra positif di mata masyarakatnya selama hampir empat tahun memimpin Mitra. Tak heran jika mantan anggota DPRD Sulut itu hampir pasti diusung PDI-P di papan satu Pilkada Mitra 2018 mendatang.

Yang cukup misterius adalah siapa pendampingnya kelak di pesta demokrasi nanti. Dua kader PDI-P yakni Tavif Watuseke dan Semuel Montolalu, dinilai paling serius menunggu pinangan JS. Keduanya memang tidak berharap. Namun di berbagai ruang publik sudah terang-terangan  menyatakan kesiapan. “Sebagai kader partai saya selalu siap,” ujar  Watuseke, yang juga Ketua DPRD Mitra ini, beberapa waktu lalu.

Sikap optimis Watuseke kian nampak sewaktu menyebut, dirinya tidak terhalang aturan partai yang disebut-sebut melarang pimpinan legislatif menyeberang ke eksekutif. “Contohnya di provinsi (Pilgub),” tambah Watuseke.

Montolalu juga sama optimis dengan Watuseke. “Yah lihat-lihat saja nantinya masyarakat akan menjatuhkan dukungan ke siapa. Sebagai kader partai saya juga siap. Dan pastinya Pak James Sumendap tetap pada posisi papan satu,” tegas Sekretaris PDI-P Mitra ini.

Masih dari internal PDI-P, nama Vocke Ompi juga mengemuka. Anggota DPRD Mitra ini juga punya kans mendampingi JS. Namun ketika diwawancarai beberapa waktu lalu, Ompi mengaku masih fokus pada tugasnya sebagai wakil rakyat. “Saya fokus dulu kepada pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Di lain sisi, Sumendap tetap membuka peluang selebar-lebarnya bagi siapa yang hendak berpasangan dengannya. Bahkan menurutnya, peluang terbuka bagi semua kalangan. “Di luar PDIP juga bisa. Intinya kita tetap menjalankan mekanisme penjaringan,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris PDI-P Franky Wongkar mengatakan, penentuan papan dua di Mitra akan melalui mekanisme. “Baik papan satu maupun papan dua ada mekanismenya. Partai juga punya pertimbangan sendiri di setiap Pilkada daerah-daerah. Ada yang hanya buka pendaftaran untuk papan dua, karena papan satu sudah ada. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami ingin menang. Apalagi di daerah incumbent,” tandas Wongkar.

  

Montolalu Sebut PDIP Tak Harus Berkoalisi

Disisi lain, PDIP merasa tak harus melakukan koalisi dengan partai lain dalam menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada Mitra nanti. Jumlah kursi di Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Mitra serta konsolidasi yang semakin terjalin baik menjadi alasan utama hal tersebut.

"Dilihat dari jumlah kursi di DPRD kita memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon kapala daerah dan wakil kepala daerah untuk pilkada Minahasa Tenggara tahun 2018 mendatang," kata Sekretaris DPC PDIP Mitra, Semuel Montolalu,SH.  Lanjut montolalu,melengkapi keterpenuhan syarat perolehan jumlah kursi di DPRD,pihaknya juga terus merapatkan barisan dengan melakukan konsolidasi internal PDI Perjuangan. "Termasuk kita melakukan pemutakhiran kartu tanda anggota (KTA) yang sementara berjalan di semua kecamatan dimitra," katanya.

Meski begitu,nkata Montolalu, pihaknya tetap membuka diri untuk komunikasi dengan partai lainnya di kabupaten Minahasa Tenggara,melihat peluang peluang kerja sama politik kedepan.

"Kita tidak menutup diri dengan partai politik lainnya,segala peluang kita buka,tentu dengan tujuan adalah memuluskan langkah PDI Perjuangan dalam menatap pilkada tahun 2018 mendatang," ungkapnya. (didi gara)

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.