Sumendap ‘Tersudut’

TENSI politik jelang Pilkada Minahasa Tenggara (Mitra) kian meninggi. Sederet figur populis dipastikan tampil berebut posisi puncak elit birokrasi di daerah pecahan Minahasa Selatan (Minsel) itu. Teranyar, misi ‘perlawanan’ terhadap incumbent merebak.

Itu dinilai berdampak buruk bagi jagoan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) James Sumendap (JS), yang diprediksi menjadi calon bupati tunggal dari partai berlambang kepala banteng tersebut. Langkah mulus Sumendap yang sudah disokong 8 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra, kans terusik dengan hadirnya koalisi partai yang dikabarkan sementara dirancang saat ini.

Buktinya, sejumlah partai yang membuka pendaftaran Pasangan Calon (Paslon), diantaranya Golkar (4 kursi), Demokrat (4 kursi) dan PAN (3 kursi). Mereka bakal mengajak partai penghuni DPRD lainnya yakni Nasdem, Hanura, Gerindra dan PPP (masing-masing 1 kursi), untuk menggoyang petahana yang saat ini masih dinilai terlalu tangguh. Itu belum termasuk hitungan suara sah 25 persen dari total suara Pilkada sebelumnya, untuk dapat melakukan koalisi partai gabungan.

Selanjutnya kehadiran sederet figur top. Contohnya, Tjelly Tanggulung (T2), Mecky Tumbelaka (M2T), Remly Kandouw hingga Sjenny Keintjem hingga Tonny Lasut (THL). Sejumlah tokoh ini diprediksi menjadi lawan JS ketika penetapan Paslon ditetapkan Januari mendatang oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Melihat hitung-hitungan kekuatan, sejumlah tokoh ini memiliki konstituen di daerah pemilihannya masing-masing.

Adalah mantan Ketua DPRD Mitra di era Bupati T2, Tonny Lasut. Dia memiliki massa militan yang besar di daerah Ratatotok dan Belang. Layaknya reveange, T2 yang berniat maju dalam Pilkada kali ini pun memiliki pendukung fanatik diera kepemimpinannya. Sebagian besar berasal dari daerah pinggiran Mitra mulai dari Pusomaen hingga wilayah barat Mitra, Touluaan. Menariknya, kakak kandung Wakil Bupati (Wabup) Ronald Kandoli yaitu Remly, turut terjun merasakan panasnya politik daerah pemekaran ini. Pengusaha terkenal Mitra itu diprediksi memiliki pendukung besar di wilayah ibukota Ratahan serta menyebar ke daerah lainnya di Mitra melalui sepak terjang adiknya, Ronald.

Keberadaan Ronald Kandoli juga tak bisa dipandang sepele, meski isu keretakannya bersama JS sempat menghiasi media sosial dan menjadi pergunjingan warga. Namun, sejumlah warga hingga pengamat politik Mitra berpendapat, keduanya masih menjadi pasangan yang tepat di periode kedua.

“Jika koalisi partai terjadi bagi mereka yang belum memiliki hak penuh mengusung Paslon. Ini akan ramai. Sebab beberapa partai diantaranya hanya tinggal menggandeng 1 atau 2 kursi saja agar bisa mengusung. Jika terjadi, tentu akan terjadi pengeroyokan terhadap petahana, meskipun disatu sisi akan menguntungkan JS karena saat ini memiliki massa riil yang besar,” tandas Sonny Rundengan salah satu pengamat politik di Mitra, Rabu (30/8).

Hal senada dikatakan Ricko Gijoh. Pengamat politik ini menilai, kondisi itu justru menguntungkan JS meraup suara tertinggi, siapapun pendampingnya. “Sebaliknya jika tampil hanya 2 Paslon saja, JS harus memilih pasangan yang tepat meski saat ini sepak terjang Bupati memang harus diakui memberikan perubahan besar bagi masyarakat Mitra,” tukasnya.(recky korompis)

Komentar