Denny Sumolang dan Bartolomeus Mononutu

Sumolang Protes Lambatnya PAW, Sekwan Balik ‘Serang’

Manado, MS

 

Gaung protes dikumandangkan Denny Sumolang. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) ini menyorot, pelannya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya. Wakil rakyat di Gedung Cengkih yang sebentar lagi berhenti ini pun, mengkritisi proses pengurusannya. 

 

Nada kritisnya itu dilayangkan saat mendatangi kantor DPRD Sulut, Senin (14/5), saat mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut. Ia mengungkapkan, kedatangannya kali ini di rumah rakyat itu, sebagai bentuk protes terhadap lambannya PAW. “Ini merupakan protes saya kepada pimpinan dewan karena tidak laksanakan PAW. Saya memprotes tahapan PAW yang tidak konkrit sampai saat ini. Donor darah saya saat ini sebagai protes,”  tegas Sumolang.

 

Bagi Sumolang, harusnya pimpinan dewan sudah mengatur agenda lewat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sulut untuk membicarakan peresmian PAW dirinya. “Karena beliau (Arifin Dunggio calon pengganti Denny Sumolang, red) punya hak politik dari partai. Saya sudah ambil surat peresmian saya. Persoalannya sekarang di pimpinan  dewan,” pungkasnya.

 

“Saya tidak tahu kesalahan siapa tapi harusnya ini didorong pimpinan dewan harus ada Banmus. Anggaplah PAW ini sebagai hadiah kepada beliau (Arifin, red) di Idul,” kunci politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini.

Mendengar hal itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut Bartolomous Mononutu, geram dengan pernyataan Sumolang ini. Protes tersebut dinilainya sebagai ungkapan karena yang bersangkutan tidak tahu apa-apa.

“Masa pimpinan dewan mau tahan proses PAW-nya. Lantaran tidak tahu apa-apa makanya bicara seperti itu,” ujar Mononutu.

Ia menjelaskan, sebenarnya Surat Keputusan PAW sudah ada. Hanya saja Arifin tidak pernah ke kantor. “SK-nya sudah ada,” pungkasnya.

Sementara, Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umumun Sulut Ardiles Mewoh, saat dimintai tanggapan enggan berkomentar banyak. “Saya tidak tahu kendalanya di mana. Namun proses di KPU sudah sejak lama selesai,” tutup Mewoh. (arfin tompodung)


Komentar