IvanSa dan INR bersama pengurus Golkar usai acara sosialisasi dan penjaringan bakal Cabup dan Cawabup Golkar di Pilkada Minahasa

SVR WARNING KADER INKONSISTEN

Suara JWS dan INR 'Didiskualifikasi'

 

Tompaso, MS

Target merebut kemenangan di Pilkada Minahasa jadi harga mati bagi Partai Golkar. Manuver pemenangan mulai dimainkan. Rapat intern gencar digelar, termasuk penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati di Tompaso, Jumat (30/6).

Salah satu prioritas Golkar menghadapi Pilkada Minahasa yaitu penguatan infrastruktur yang meliputi semua barisan, baik pengurus, kader hingga simpatisan. Tak heran Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara, Stevanus Vreeke Runtu (SVR) yang hadir dalam acara sosialisasi penjaringan tersebut memberikan warning keras bagi kader Golkar yang dinilai inkonsisten.

"Momentum Pilkada serentak 2018 adalah awal dari perjuangan kita bersama. Sayangnya, harus diakui bahwa ada kader golkar yang tak mampu menahan ujian. Banyak kader Golkar yang ditengah perjuangan ini mulai menunjukkan sikap inkonsistensi," seru SVR saat memberikan arahan dihadapan 600-an Pengurus Golkar Minahasa, baik di tingkat Desa, Kelurahan hingga Pengurus Kecamatan dan Kabupaten.

Sikap itu menurut dia, adalah hal yang tak pantas dilakukan, khususnya bagi kader partai yang telah menikmati jabatan strategis baik di pemerintahan maupun di legislatif. "Harusnya malu, setelah menikmati semua fasilitas dan kedudukan, sekarang mulai membelakangi partai. Tapi inilah tantangan partai Golkar dan harus jadi perhatian kita bersama," tegasnya.

Mantan Bupati Minahasa dia periode ini pun mengingatkan bahwa kemenangan dalam Pilkada serentak 2018 menjadi harga mati, termasuk di Pilkada Minahasa. "Golkar sudah siap infrastrukturnya. Jika kita bersatu maka tidak ada yang akan menghalangi misi kita," kata SVR.

"Jadi kalau Golkar mau menang dan berjaya, lakukan kegiatan-kegiatan partai," tandasnya.

 

 

IVANSA - CNR TERATAS, JWS - INR DIANULIR 

Penjaringan bakal calon usungan Partai Golkar untuk bertarung pada Pilkada Minahasa 2018 berlangsung demokratis dan transparan. Dari hasil penjaringan bakal calon internal, nama Careig Naichel Runtu (CNR) ada pada posisi teratas dengan meraup 208 suara. Sementara hasil penjaringan eksternal, nama Ivan Sarundajang (IvanSa) teratas dari 9 figur lain yang muncul. IvanSa sendiri memperoleh 201 suara.

Menariknya, ada dua nama yang harus dianulir dalam penjaringan tersebut karena tidak disetujui forum yang hadir, yaitu Imelda Novita Rewah (INR) yang memperoleh tiga suara dalam penjaringan internal, dan Jantje Wowiling Sajow (JWS) yang memperoleh satu suara dalam penjaringan eksternal.

“JWS dan juga INR adalah figur yang lahir dan besar bersama Partai Golkar. Namun mengamati sepak terjang mereka selama ini, saya usulkan nama mereka dicoret apabila muncul karena bagi saya mereka sudah menghianat Partai Golkar,” sembur Ketua Partai Golkar Kecamatan Kakas, Lexi Solang saat memberikan interupsi.

 

 

INR MENGGUGAT  

Buntut dianulirnya nama INR memicu reaksi dari yang bersangkutan. Selaku kader Golkar, INR mengaku sangat menyayangkan proses penjaringan balon yang dinilainya tidak berlangsung demokratis. Padahal, sebagai partai yang sudah dewasa dan mengerti aturan, menurutnya, siapapun balon yang namanya keluar harus diakomodir.

”Apalagi, ada suara sah yang memilih nama saya, tapi mengapa dihanguskan?,” sesalnya.

Dikatakannya lagi, selain namanya dianulir, dalam kapasitasnya sebagai anggota fraksi Golkar di DPRD Kabupaten Minahasa, dirinya tidak mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan penjaringan.

Sementara SVR selaku Ketua DPD I Golkar Sulut, saat diwawancarai mengatakan bahwa semua keputusan dalam rapat ditentukan atas kesepakatan bersama seluruh pengurus yang hadir. "Aturan kita di Golkar, setiap keputusan diambil melalui kesepakatan floor," jelasnya.

Sementara saat ditanya soal adanya kader yang tidak diundang, SVR mengatakan itu wewenangnya DPD II. "Yang diundang dalam penjaringan ini hanya pengurus saja, jika ada pengurus yang tidak diundang tanyakan ke DPD II, itu ranahnya mereka," tandasnya sebelum beranjak dari lokasi acara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bappilu Partai Golkar Sulut, Drs Viktor Rompas MSi menjelaskan, nama-nama yang terjaring ini akan melalui seleksi di DPD I untuk kemudian dikirim ke DPP Golkar. "Melalui usulan itu, nanti DPP yang akan menentukan siapa bakal calon yang akan maju, setelah itu baru ditetapkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati," jelasnya.

Sementara IvanSa yang meraih suara terbanyak dalam penjaringan eksternal menhucapkan terimakasih kepada pengurus Partai Golkar Minahasa atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. "Saya terharu, meskipun kader dari partai lain, tapi ternyata saya dipercayakan Golkar menjadi kandidat bakal calon peserta Pilkada Minahasa 2018. Terima kasih untuk kepercayaan inim" tandasnya. (jackson kewas)

 

 

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors