Noldy Lamalo

Takhta Hanura Sulut Terancam

Manado, MS

 

Angin kencang yang melanda internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kans makan korban. Perlawanan menurunkan kursi Ketua Umum (Ketum), Oesman Sapta Odang (OSO), dikhawatirkan memicu ‘arus balik’. Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) terancam kena sanksi.

 

Goyangnya tubuh Partai Hanura di pusat, diakui pengurus DPD Hanura Sulut, Noldy Lamalo. Ia menjelaskan, ada beberapa pengurus DPD yang memberikan mosi tidak percaya kepada Ketum Hanura OSO. “Masalahnya tentu, mereka hendak menjatuhkan Ketum yang sah hasil Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) 2016,” kata Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulut, Selasa (16/1), ketika berada di  ruang kerjanya, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

 

Dirinya khawatir, hal ini akan berdampak sanksi kepada DPD yang melayangkan mosi tidak percaya. “Tentu ada konsekuensinya dan kalian (wartawan, red) pasti sudah tau apa. Ketika sudah ada ketidaksepahaman tentu ada sanksi. Tapi mudah-mudahan di Sulut tetap solid,” pungkas Wakil Ketua DPRD Sulut itu.

 

Ketika ditanyakan apakah DPD Sulut juga melayangkan mosi tidak percaya, Lamalo pun mengakuinya. “Ia, ada,” singkatnya.

 

Meski demikian ia meyakinkan, masalah di pusat ini tidak akan mengganggu kader yang di bawah dalam hal pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang. “Ini kan hanya sedikit gejolak di pusat dan tidak akan bepengaruh kepada kader yang di bawah untuk pemenangan Pilkada,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, sekitar 27 DPD Partai Hanura se-Indonesia melayangkan mosi tidak percaya kepada OSO yang dinilai mengambil keputusan tanpa mengikuti mekanisme partai. Diketahui, Ketua DPD Partai Hanura Sulut sekarang ini dipimpin Revani Parasan. Ia didaulat menahkodai Hanura Sulut periode 2015-2020. (arfin tompodung)


Komentar