Tatong Bara


Tatong ‘Ancam’ Bank Sulutgo

Komitmen Bank Sulutgo terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dipertanyakan. Sinergitas yang didamba dari bank yang menjadi Rekening Umum Kas Daerah (RKUD) Pemkot Kotamobagu itu hingga kini tak terasa.

Pemkot Kotamobagu mengakui jika hubungan mereka dengan perbankan yang menyimpan dana pemerintah, dipantau secara khusus.

Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara saat dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa komitmen yang hingga saat ini belum nampak direalisasikan bank dengan slogan ‘Torang pe Bank’ tersebut.

"Pemkot memahami bahwa Bank Sulutgo merupakan bank milik Pemda. Tetapi, kita tidak ingin Bank Sulutgo nantinya tidak menopang kinerja pemerintah. Sampai saat ini, informasi yang saya dapat, pihak bank Sulutgo belum bisa bersinergi soal gerakan non tunai yang diminta oleh Presiden RI," jelasnya akhir pekan lalu.

Selain soal sinergitas, pelayanan Bank Sulutgo dianggap belum maksimal. Misalnya soal ketersediaan kantor cabang perwakilan di setiap kecamatan dan ATM.

"Jadi pada saat ASN (Aparat Sipil Negara, red) menerima gaji, mereka hanya akan antri pada satu mesin ATM. Seharusnya, di setiap kantor pemerintah itu harus ada. Sejauh ini kan yang ada hanya di kantor Walikota," tambahnya.

Tak hanya itu, soal rekrutmen pegawai di lingkup Bank Sulutgo, menurut Walikota Tantong, banyak dari Kotamobagu yang tidak terakomodir.

"Kalau pun dibuka di Manado atau pun di Kotamobagu, seharusnya mampu untuk mengakomodir putra daerah," tandasnya.

Walikota selaku penanggung jawab keuangan daerah pun menegaskan hasratnya untuk memindahkan RKUD.

"Masih banyak bank yang ingin menjadi RKUD pemerintah," pungkasnya. (yadi mokoagow)

 

Komentar