Pasangan Tatong Bara - Nayodo Kurniawan saat diberikan kesempatan menyampaikan sambutan dalam agenda pendaftaran oleh KPU Kotamobagu. (foto : yadi mokoagow)

Tatong-Nayodo Nyaris ‘Diganjal’ Jainudin

Resmi Mendaftar di KPU Kotamobagu

 

Laporan: yadi mokoagow

Duet Tatong Bara-Nayodo Kurniawan resmi mendaftar sebagai petarung dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Kotamobagu. 9 pengurus partai politik (parpol) pendukung mengawal jagoannya. Drama ketegangan tersaji hingga memantik tanya publik. Salah satu ketua partai tak hadir.

Pendaftaran pasangan calon walikota (Cawali) dan calon wakil walikota (Cawawali) dalam Pemilhan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Kotamobagu periode 2018-2023 resmi dibuka KPU Kotamobagu pada Senin (8/1) kemarin. Hari pertama dibukanya pendaftaran tersebut langsung dimanfaatkan pasangan Tatong Bara-Nayodo Kurniawan yang didukung 9 parpol untuk mendaftar.

Menariknya, dari seluruh parpol pendukung, tinggal Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kotamobagu, Jainudin Damopolii yang tidak hadir. Padahal, kehadiran dari ketua parpol sangat urgen mengingat syarat utama dalam penandatangan B1 KWK harus ditandatangani ketua partai di tingkat kabupaten/kota.

Menanggapi hal tersebut, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Bara Hasibuan yang hadir mendampingi Tatong-Nayodo mengatakan, dirinya tidak perlu berkomentar lebih. Namun, Bara sendiri sangat memperhatikan sikap yang ditunjukkan oleh Ketua DPD PAN Kotamobagu yang dinilai tidak mampu untuk melaksanakan perintah partai berlogo matahari terbit tersebut.

“Itu tidak perlu dikomentari. Soal sikapnya, kita akan lihat ke depannya,” tegas Bara sembari beranjak ke kendaraan yang akan menuju ke Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Senin (8/1) kemarin.

Sementara itu, Tatong Bara angkat suara soal ketidakhadiran Jainudin Damopolii dalam pendaftarannya. Menurutnya, ketidakhadiran dari Jainudin Damopolii tidak perlu dipersoalkan.

“Kan sudah ada Pak Bara Hasibuan yang membawa mandat untuk mendaftarkan saya dan Pak Nayodo. Jadi tidak ada persoalan,” katanya.

Tatong yang juga pengurus Badan Pemilihan Umum (Bappilu) DPP PAN ini menambahkan, bagi seorang kader ada dua konsekuensi yang harus dihadapi.

“Jika patuh terhadap keputusan partai, maka dia adalah kader. Kalau tidak patuh, maka ini perlu untuk ditinjau,” tegas Tatong.

Terpisah, Jainudin Damopolii dalam satu postingan komentarnya di media sosial mengaku bahwa ketidakhadirannya dalam pendaftaran Tatong-Nayodo disebabkan karena tidak adanya koordinasi dari pasangan Tatong-Nayodo dengan dirinya selaku Ketua DPD PAN Kotamobagu.

“Terkait dengan pendaftaran TBNK, sampai detik ini saya selaku Ketua DPD belum pernah menerima konfirmasi paslon tersebut, yang seharusnya sesuai dengan amanat DPP pada rekomendasi kepada saudaraku Tatong Bara adalah: “memerintahkan kepada yang bersangkutan untuk melakukan koordinasi dengan DPD setempat”. Namun, yang bersangkutan sampai detik ini tidak melakukan hal tersebut,” tulis akun Jainudin Damopolii. (**)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado