Penyerahan cendera mata oleh Direktur Regional Asia, Ufuk Berk, kepada Pemimpin Redaksi harian Media Sulut, usai dialog di Kantor Media Sulut Centre, Manado, Kamis (23/2) kemarin.(foto: rul)


Teknologi Ramah Lingkungan Karadeniz Powership Zeynep Sultan

Sulap Limbah Genset Jadi Pelumas

 

Laporan: Rul Mantik

Pencemaran lingkungan selalu menjadi momok bagi perusahaan pembangkit listrik yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, tidak sedikit perusahaan pembangkit listrik yang akhirnya berurusan dengan hukum gara-gara tersangkut kasus pencemaran lingkungan berat.

Masalah ini ternyata telah dapat diatasi PT Karpowership, perusahaan pembangkit listrik terapung (marine vessel power plant/MVPP). Pembangkit listrik di atas Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan, yamg sementara beroperasi di Amurang, kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini, telah menemukan teknologi terbaru pembangkit listrik dengan tingkat pencemaran terendah di kelasnya. “Teknologi yang kami gunakan untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik di atas kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan, sangat ramah lingkungan,” kata Ufuk Berk, Direktur Regional PT Karpowership Indonesia, saat bertandang ke Kantor harian Media Sulut, Kamis (23/2) kemarin.

Dijelaskan Ufuk Berk, bahan bakar yang mereka gunakan untuk menggerakkan 6 mesin pembangkit listrik di atas Kapal, bukan bahan bakar yang biasa digunakan mesin pembangkit listrik pada umumnya. “Bahan bakar yang kami gunakan adalah bahan bakar khusus. Bahan bakar itu didatangkan langsung dari Turki, dengan menggunakan kapal tanker. Jenis bahan bakar yang kami gunakan sangat rendah kandungan sulfurnya,” ungkapnya.

Kapal pengangkut bahan bakar yang bisa memenuhi kebutuhan selama 6 bulan ini, selalu terlihat terparkir di teluk Amurang. Kapal yang memiliki nama yang sama dengan induknya, memiliki panjang sekira 200 meter.

Dijelaskannya juga, jika kandungan sulfur dalam bahan bakar yang biasanya digunakan untuk menggerakkan mesin, sekira 10%, bahan bakar khusus yang mereka gunakan hanya memiliki 1% kandungan sulfur. Bahan bakar itu dikenal dengan nama heavy fuel oil (HFO). “Heavy fuel oil adalah bahan bakar low sulfur fuel. Kandungan sulfurnya hanya 1 persen. Jadi hasil pembakarannya sangat ramah lingkungan,” timpal Ufuk.

Tidak hanya teknologi dan bahan bakarnya yang ramah lingkungan, namun limbah yang dihasilkan dari sisa pembakaran mesin penggerak, juga ramah lingkungan. Normalnya, limbah pembakaran mesin pembangkit, selalu menjadi sampah yang membahayakan kehidupan makhluk hidup. Namun, limbah yang dihasilkan usai menggerakkan mesin pembangkit listrik di Kapal milik owner cantik, Zeynep Haresi ini, tidak akan mencemari lingkungan. “Limbah yang dihasilkan, diangkut ke Pelabuhan Bitung, selanjutnya dibawa ke Surabaya untuk didaur ulang. Hasil dari daur ulang limbah itu dijadikan minyak pelumas untuk kendaraan bermotor. Jadi limbahnya tidak ada yang dibuang, malah bermanfaat bagi orang lain,” tutur pria yang ternyata ahli dalam bidang lingkungan ini.

Karena perusahaan ini mengedepankan keamanan lingkungan, telah banyak negara yang membeli listrik dari perusahaan yang berasal dari negaranya Recep Tayyip Erdoğan. Saat ini, Negara-negara yang membeli listrik dari perusahaan ini yakni, Iraq, Libanon, Mozambik, Indonesia dan Myanmar. Ufuk Berk yakin, masih banyak negara lain yang akan menggunakan jasa mereka. “Kami sementara membangun 14 kapal pembangkit listrik. Jika nanti ada negara yang akan memesan, kapalnya sudah ada. Di Indonesia, selain di Amurang, ada juga kapal pembangkit listrik kami di Kupang,” katanya.

PT Karpowership, memenangkan tender yang dilaksanakan PT PLN Indonesia pada 2015 silam. Perusahaan pembangkit listrik apung ini akan memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, dengan kapasitas 540 MW. Lokasinya disebar di 5 lokasi berbeda di Indonesia.

Di Amurang, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) PT Karpowership memboyong satu kapal dengan enam mesin pembangkit. Jumlah listrik yang dihasilkan mencapai 125 MW. “Pembangkit listrik terapung Karadeniz Powership Zeynep Sultan, sudah mulai beroperasi di Amurang, sejak 27 Januari 2016 lalu. Pembangkit listrik milik PT Karpowership, melayani kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo,” kata Jantje Rau, Humas PT PLN Suluttenggo, beberapa waktu lalu.(***)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors