Terdakwa saat mendengarkan putusan Hakim di Pengadilan Negeri Tipikor, Manado.(foto: kharisma)

Terdakwa Kasus RSJ Ratumbuysang Divonis Empat Tahun

  • JPU Nyatakan Pikir-pikir

Manado, MS
Sidang perkara korupsi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang, berakhir. Bunyi tiga kali palu hakim, menandakan bahwa proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Manado itu, tutup buku. Tiga terdakwa yang duduk di kursi pesakitan, Kamis (7/6) kemarin, "dihadiahi" kurungan penjara masing-masing 4 tahun.
Sidang yang digelar di PN Tipikor Manado, dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim, Vincentius Banar. Pembacaan putusan kepada ketiga terdakwa, yakni JT alias Jermina, VJ alias Vanda dan David alias DL, dibacakan secara terpisah.

Dalam amar putusan, ketiga terdakwa divonis 4 tahun tahun penjara dengan denda Rp200 juta, subsidaer 1 bulan penjara. Hanya terdakwa David yang dibebankan membayar uang pengganti Rp720 Juta.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhi hukuman selama empat tahun penjara," ujar Hakim Vincentius.

Menanggapi putusan tersebut Reynald Pangalila, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Vanda dan terdakwa dr Juni mengungkapkan, pihaknya menghargai putusan majelis. “Kami sangat menghargai putusan majelis. Untuk proses selanjutnya kami masih berkonsultasi dengan klien kami,” kata Pengacara sarat prestasi ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pingkan Gerungan. “Atas putusan tersebut penuntut umum pikir-pikir,” tegas Gerungan.

Seperti diketahui, dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp3,3 miliar lebih ini, menyeret tiga terdakwa ke meja hijau. Adapun para terdakwa yakni,   JT alias Jermina selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), VJ alias Vanda sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan David alias DL yang merupakan pelaksana pekerjaan. Ketiganya  dinilai telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan melawan hukum dalam pekerjaan pembangunan gedung RSJ Ratumbuysang tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp 18 miliar.

Meski begitu, diketahui terdakwa DL telah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,3 miliar lebih sejak Senin (29/1), lalu.

Akibat perbuatan tersebut, ketiga tersangka terancam pidana berdasarkan pasal 2 ayat (1), pasal 3 juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, juncto (jo) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto (jo) pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (kharisma kurama)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.