Alfi Usup

Terdakwa OTT Pungli IMB Unima Divonis 1,1 Tahun Penjara

Manado, MS

 

Roda penanganan kasus dugaan pungutan liar (pungli) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Universitas Negeri Manado (Unima) terus bergulir. Nasib terdakwa MBSE alias Marlon,  yang terjerat dalam perkara ini kian tersudut.

 

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado pada Selasa (15/8), secara resmi menggelar sidang putusan Majelis Hakim.

 

Di bawah komando Alfi Usup dan anggota Emma Eliana, Halidjah Waliy, Marlon akhirnya divonis bersalah oleh Majelis Hakim dan dijatuhi hukuman 1,1 tahun penjara. Selain itu dirinya dikenakan denda Rp 50 Juta subsidaer 2 bulan penjara.

 

Vonis tersebut sedikit lebih ringan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa sebelumnya,  yang menuntut Marlon 1,6 Tahun Penjara, denda Rp 50 Juta subsidaer 6 bulan penjara.

 

Mendengar putusan tersebut,  Marlon ketika ditanya Majelis Hakim apakah menerima putusan tersebut, ia pun menjawab menerima. "Saya terima Pak Hakim," jelasnya.

 

Di sisi lain JPU yang dipimpin Debby Kenap,  masih sedikit bimbang dengan vonis tersebut, hingga ia menjawab pikir-pikir.  "Pikir-pikir Pak Hakim," lugasnya.

 

Usai mendengar jawaban keduanya,  Majelis Hakim langsung menutup rangkaian persidangan OTT pungli IMB Unima ini.

 

Diketahui sebelumnya,  JPU melalui dakwaannya, menjelaskan terdakwa Marlon selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) di Distamben Minahasa, nekad melakukan aksi melanggar hukum, saat saksi Bambang Irjayanto tengah mengurus IMB proyek pembangunan gedung Dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Manado (Unima), tahun 2016. Kala itu PT Gunung Raya Bulukumba berhasil memenangkan tender.

 

Saat akan memproses pengurusan IMB, saksi Bambang mengutus saksi Ismail Suni. Namun, ketika saksi Ismail mengurus, terdakwa malah langsung mematok harga Rp30 juta.

 

Sayangnya, pada tanggal 18 November 2016, saksi Ismail berhalangan, sehingga saksi Bambang yang mengurus langsung. Waktu itu, terdakwa yang mengetahui posisi saksi Bambang berada di SPBU Roong, Kecamatan Tondano Barat, Minahasa, ikut mendatangi saksi dan meminta uang pengurusan IMB.

 

Alhasil, saksi pun memberikan uang sebesar Rp20 juta dibungkus dalam amplop cokelat. Uang tersebut, diberikan saksi di dalam mobil saksi. Dan saat terdakwa siap kembali ke dalam mobilnya, pihak polisi yang sudah mencium gelagat dugaan pungli ini, langsung bergerak menangkap terdakwa beserta barang bukti.

 

Tak hanya itu, JPU juga membeberkan lewat dakwaannya, kalau aksi pungli tersebut ternyata pernah dilakukan terdakwa terhadap saksi Bambang di tahun 2014.

 

Ketika saksi mendapatkan proyek pembangunan Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Unima. Saat itu, terdakwa berhasil mendapat uang dengan total Rp60 juta dari saksi untuk pengurusan IMB.

 

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, JPU menggiring terdakwa hingga ke meja hijau, dengan menggunakan pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999. (rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.