Paulus Iwo

Terdakwa Solar Cell ‘Melawan’


Manado, MS

Tahapan sidang dugaan korupsi Solar Cell Manado, kian alot. Dalam sidang beragenda pembacaan pledoi, Senin (3/7) kemarin, aroma perlawanan tersaji dari kubu terdakwa.

Dalam pledoi, masing-masing Penasihat Hukum (PH) empat terdakwa, Paulus Iwo, Ariyanti Marolla, Robert Wowor dan Lucky Dandel, meminta Ketua Majelis Hakim Alfi Usup dan Vinchentius Banar, membebaskan klien mereka serta meminta keringanan apabila divonis bersalah oleh Hakim.

Bahkan, dalam pembelaan yang dibacakan PH dari terdakwa Paulus Iwo, bersihkeras agar Majelis Hakim untuk mempertimbangkan putusan Praperadilan yang telah memutuskan klien mereka tidak bersalah. Selanjutnya memulihkan nama baik Iwo.

“Intinya dalam pembelaan ini, kami tetap mengingatkan Hakim agar supaya menghormati akan putusan Praperadilan sebelumnya, dimana pada sidang yang telah bergulir yang dipimpin Hakim Jemmy Lantu, telah menyatakan klien kami tidak bersalah, serta harus dipulihkan nama baiknya. Karena putusan ini, yang mengeluarkannya adalah institusi PN (Pengadilan Negeri) Manado. Jadi apabila putusan Praperadilan tidak dilaksanakan, maka kami akan mengambil upaya hukum untuk melaporkannya ke lembaga yang lebih tinggi,” tandas Balderas.

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melly Suranta Ginting telah mengajukan tuntutan kepada 4 terdakwa. Diantaranya, terdakwa Iwo dituntut lebih tinggi dari tiga terdakwa lainnya, dengan kalkulasi tuntutan 9 tahun penjara lebih. “Mengajukan tuntutan pidana 6 tahun dengan Uang Pengganti sebesar Rp2,9 miliar lebih subsidair 3 tahun. Dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan,” sebut JPU Melly Suranta Ginting, memperjelas kembali tuntutan yang dibacakan JPU Alexander Sulung saat persidangan.

Ginting juga menyebutkan penerapan pasal 3 juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, dalam tuntutan juga berlaku atas terdakwa Ariyanti, Robert dan Lucky. “Ariyanti kita tuntut 5 tahun disertai Uang Pengganti Rp300 juta subsidair 2,6 tahun dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan. Untuk Robert dituntut 5 tahun berserta denda Rp50 juta subsidair 3 bulan. Sedangkan, Lucky 4,6 tahun denda Rp50 juta subsidair 3 bulan,” tambah Ginting.

Ditanya soal tuntutan sanksi pidana Ariyanti, Lucky dan Robert yang terbilang cukup berat, Ginting mengatakan, penerapan juncto 55. Menurutnya, penggunaan juncto pasal 55 adalah satu rangkaian yang tak terpisahkan, sekalipun berkas para terdakwa split.(rhendi umar)

 

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado