Kepala Divisi Keimigrasian Sulut, Dodi Karnida sedang berdialog dengan 6 orang WN Filipina yang dideportasi dari Bandara Sam Ratulangi ke Filipina via Singapura.

Terjerat di Perairan ZEE, 6 WN Filipina Dideportasi

Sulut Waspada, Wilayah Perbatasan Diperketat

 

Manado,  MS

Garis batas Indonesia di wilayah laut Sulawesi Utara (Sulut) semakin diperketat. Selain mengantisipasi masuknya kelompok teroris dari Filipina, tindakan ini juga untuk mengatasi segala bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi terjadi di wilayah perairan NKRI. 

 

Para pemangku tanggung jawab keamanan laut wilayah Sulut mengakui, sebenarnya keamanan perbatasan itu selalu dijaga ketat. Terbukti, ada sejumlah warga asing ilegal yang telah berhasil diamankan di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina beberapa waktu belakangan. 

 

Akhir pekan lalu, Kantor Imigrasi mendeportasi 6 orang warga negara (WN) Filipina. Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, enam laki-laki tersebut dikembalikan ke negaranya dengan menggunakan pesawat Silk Air/SQ-9025 rute Manado-Singapura-Cebu-Davao.

 

"Tiga orang WN Filipina itu telah ditangkap oleh Satkamla (Satuan Keamanan Laut) Bitung dan tiga lainnya ditangkap Kantor PSDKP

(Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perairan). Jadi mereka di tangkap di perairan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)," terang Kepala Divisi Keimigrasian Sulut, Dodi Karnida. 

 

Dijelaskannya, para WN Filipina itu dideportasi oleh Kantor Imigrasi  Bitung sesuai dengan kewenangan imigrasi sebagaimana diatur dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) karena warga negara asing tersebut tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

"Sebelum dideportasi, mereka ditempatkan di Rudenim (Ruang Detensi Imigrasi) Kanim Bitung sejak mereka (tiga orang) diterima dari Satkamla Bitung pada hari Selasa, 13 Juni 2017 dan tiga orang sisanya sejak diterima Kantor PSDKP Bitung pada hari Rabu, 15 Juni 2017," paparnya. 

 

Ditegaskan, WN Filipina ini ditangkap oleh instansi yang bertanggung jawab untuk mengawasi wilayah perairan laut yaitu Satkamla pada tahun 2015 dan PSDKP pada tahun 2016. Setelah proses hukumnya selesai, mereka diserahkan ke Kanim Bitung untuk kemudian dideportasi.

 

"Saya sebagai Kepala Divisi Keimigrasian Wilayah Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kinerja Kanim Bitung yang melakukan koordinasi dengan Satkamla, PSDKP serta Konsulat Jenderal Filipina di Manado sehingga dalam waktu yang begitu singkat Kanim Bitung dapat memproses pendeportasian itu. Ini artinya pendetensian mereka hanya sebentar dan menjadi tidak membebani Kanim Bitung untuk menjaganya, menyediakan bahan makanan, memelihara kesehatannya dan lain-lain," aku Dodi. 

 

Ia juga mengapresiasi Konsul Jenderal Filipina di Manado karena selalu melakukan respon yang cepat terhadap para WN Filipina yang bermasalah di wilayah Indonesia sehingga mereka mendapatkan solusi yang terbaik, dapat kembali ke negaranya untuk berkumpul bersama-sama dengan keluarganya di kampung halaman mereka.

 

"Respon Konsulat Jenderal Filipina itu bentuknya adalah melaksanakan kewajibananya dengan cepat dalam mengklarifikasi status kewarganegaraan, menyiapkan dokumen perjalanan, tiket pesawat dan juga fasilitas yang diperlukan seperti pakaian maupun tas para warganya yang dideportasi," terangnya. 

 

Dodi juga mengakui, koordinasi jajaran Keimigrasian Sulut dengan perwakilan negara Filipina di Manado sangat terjalin dengan baik. Buktinya Konsul Jenderal Filipina dan 4 stafnya datang menemui petugas Imigrasi Kanim Bitung pengawal Deportan dan  petugas Imigrasi Bandara Sam Ratulangi untuk memastikan  proses deportasi berjalan lancar. 

 

"Setelah itu Konjen Filipina menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada saya sebagai Kadiv Imigrasi Sulawesi Utara. Apresiasi untuk Konjen Filipina di Manado, Mr Oscar Orcine," kunci Dodi. 

 

Dari data yang diperoleh di Kantor Imigrasi, keenam WN Filipina yang dideportasi adalah, Romeo D. Pepito, Erwin James G. Arma, Roberto A. Makarunggala, Josep A. Mangosera, Eusebio Ompad dan Jerson D. Pepito. (rikson karundeng) 

 

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.